Oleh: Nirmala Hanifah
WASHINGTON DC Peluang besar terbuka untuk industri tekstil Indonesia. Ini berkat kesepakatan perdagangan timbal balik, atau Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang baru saja disepakati dengan Amerika Serikat. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kerja sama ini bakal memberi manfaat langsung, terutama bagi para pekerja di sektor tersebut.
Intinya, AS setuju untuk mengenakan tarif impor nol persen pada produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia. Nah, mekanisme teknisnya nanti akan diatur lewat sistem tariff-rate quota atau TRQ. Sistem ini diharapkan bisa membuat produk lokal kita lebih kompetitif di pasar Amerika.
“Keputusan ini akan berdampak positif bagi sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil. Jika dihitung bersama keluarga, kebijakan ini menyentuh lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia,”
Demikian penjelasan Airlangga, Jumat (20/2/206) lalu. Dia melihat pasar AS sebagai ladang ekspansi yang sangat menjanjikan. Pasalnya, ukurannya disebut sekitar 28 kali lipat lebih besar dibanding pasar dalam negeri kita sendiri.
“Dengan adanya pembebasan tarif, kapasitas produksi diprediksi meningkat dan penyerapan tenaga kerja tetap terjaga,”
Artikel Terkait
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo