Namun, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan manfaat jembatan ini adalah tanggung jawab bersama. Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga aset publik tersebut. "Tolong dijaga pemanfaatan jembatan Bubak karena milik bersama, lalu dijaga kebersihan sampahnya termasuk sampai proses pemagaran kanan kiri berlangsung aman dan nyaman sehingga jembatan bisa dinikmati oleh masyarakat Mojokerto," jelasnya.
Dampak Nyata bagi Warga dan Perekonomian
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dinantikan itu. Ia mengakui, sebelumnya warga sempat pesimis setelah jembatan putus akibat bencana.
"Tahun 2024 bencana banjir membuat jembatan terputus sehingga warga pesimis. Namun, akhirnya jembatan Bubak dibangun dan selesai. Tentu hal ini tidak hanya menjadi penghubung tetapi menjadi ikon baru bagi UMKM di Kecamatan Gondang," jelas Gus Barra.
Pernyataan senada datang dari perwakilan warga. Kepala Desa Kebontunggul, Siandi, menyebut kehadiran jembatan telah meningkatkan nilai ekonomi dua desa yang dihubungkannya. Sementara itu, warga seperti Ustumawuh dan Miftahul Huda merasakan langsung kemudahan akses yang sebelumnya sangat terbatas.
"Alhamdulillah jembatan Bubak ditunggu masyarakat. Sangat bagus diluar ekspektasi kita sehingga membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat desa Gondang dan sekitarnya," tutur Miftahul Huda.
Dengan dibukanya kembali akses ini, geliat ekonomi dan sosial di wilayah Gondang dan sekitarnya diprediksi akan semakin menguat, membawa manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo
AS Siap Genjot Serangan ke Iran Jelang Berakhirnya Ultimatum Trump