“Indikator-indikator ini memang tidak berubah secara cepat. Yang paling penting adalah arah kebijakan jelas dan konsistensinya terjaga. Jika hal ini dilakukan, dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
Capaian Fisik dan Program Langsung untuk Warga
Selain indikator makro, sejumlah capaian fisik dan program bantuan telah diwujudkan dalam kurun setahun. Pemerintah Kota membangun 26 Graha Kita Bersama (GKB), melakukan bedah rumah untuk 1.000 unit, serta membangun empat ruas jalan. Di bidang pendidikan dan pemberdayaan, bantuan beasiswa disalurkan kepada 576 penerima.
Dukungan sosial juga diberikan secara nyata, mulai dari bantuan tunai untuk 2.668 penerima, santunan kematian untuk 805 keluarga, hingga bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 16.000 pekerja rentan. Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, pelatihan diberikan kepada 1.000 calon wirausaha disertai bantuan modal usaha bagi 184 penerima manfaat.
Wali Kota Sachrudin menegaskan komitmennya agar setiap pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tahun 2025 dijadikan fase untuk memperkuat fondasi, mencakup perbaikan tata kelola, peningkatan layanan publik, hingga pembangunan fisik di lingkungan permukiman.
“Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” ungkap Sachrudin.
Rekognisi atas Inovasi dan Tata Kelola
Konsistensi dalam membangun fondasi tersebut juga diakui melalui berbagai penghargaan. Sepanjang tahun pertama, Pemerintah Kota Tangerang meraih 81 penghargaan di tingkat nasional dan regional. Salah satu capaian yang menonjol adalah Universal Health Coverage (UHC) yang konsisten di atas 98%, bahkan mencapai 100,71% pada 2025, sehingga kembali menyabet UHC Award 2026.
Prestasi lain termasuk Juara I BKN Award 2025 dan peringkat ketiga sebagai pemerintah kota terbaik dalam pencegahan korupsi dari KPK. Inovasi di bidang lingkungan, melalui Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU), juga dihargai dengan Penghargaan Program Kampung Iklim tingkat nasional.
Rangkaian penghargaan ini memperlihatkan bahwa arah pembangunan Kota Tangerang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mencakup aspek tata kelola yang baik, inovasi pelayanan, dan keberlanjutan lingkungan. Capaian-capaian ini diharapkan dapat memelihara momentum kolaborasi antara pemerintah dan warga untuk membangun kota yang semakin maju dan nyaman di masa mendatang.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan