Pemulihan Aceh Pasca-Banjir Diperkirakan Tembus Rp 25,4 Triliun

- Minggu, 07 Desember 2025 | 20:24 WIB
Pemulihan Aceh Pasca-Banjir Diperkirakan Tembus Rp 25,4 Triliun

Di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, suasana terasa tegang namun penuh harap. Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di posko penanganan bencana Aceh, Minggu lalu. Dari pertemuan itu, muncul angka yang membuat banyak orang terhenyak: pemulihan total wilayah yang dilanda banjir di Aceh membutuhkan dana tak kurang dari Rp 25,41 triliun.

Anggaran sebesar itu diungkapkan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Menurutnya, angka tersebut bukan asal tebak. Ia mendapatkannya setelah berkoordinasi intens dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian PU. Tadi dari Bapak Menteri PU (Dody Hanggodo), khusus untuk Aceh saja pemulihan sampai dengan saat ini kondisi seperti semula, membutuhkan anggaran Rp 25,41 triliun,” ujar Suharyanto.

Kerusakannya memang luar biasa. Bayangkan saja, lebih dari 37.500 rumah warga hancur atau rusak. Banyak di antaranya hilang sama sekali, tersapu arus deras banjir. Lalu, bagaimana dengan rumah yang masih berdiri tapi tak layak huni? Suharyanto menjelaskan, tim di lapangan punya kriteria khusus untuk menilai kerusakan sedang dan ringan.

Namun begitu, dampaknya jauh lebih luas dari sekadar permukiman. Infrastruktur publik porak-poranda. Jembatan putus, jalan hancur. Tempat-tempat ibadah, sekolah, hingga pondok pesantren tak luput dari amukan air. Puskesmas dan rumah sakit juga terdampak, yang tentu saja memperparah kondisi darurat kesehatan.

Tak ketinggalan, sektor ekonomi warga pun lumpuh. Lahan pertanian, sawah, kebun, hingga tambak ikut menjadi korban. Perkantoran pemerintah pun tak berfungsi. Sungguh, gambaran kehancuran yang sangat menyeluruh.

Di tengah paparan data yang suram itu, Suharyanto memberi catatan penting. Semua angka yang disebutkan masih bersifat sementara. Timnya masih terus bekerja di lapangan, mendata, memverifikasi.

“Tentu saja data ini belum akurat Bapak Presiden. Masih terus kami lengkapi,” tandasnya.

Jadi, angka Rp 25,41 triliun itu baru gambaran awal. Bisa saja membengkak, atau justru berkurang setelah pendataan lebih detail. Yang jelas, pekerjaan besar menanti untuk mengembalikan senyum di bumi Serambi Mekkah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar