Pemerintah Fokus Pulihkan Lahan Perhutanan Sosial di Tiga Provinsi Sumatera

- Jumat, 20 Februari 2026 | 05:30 WIB
Pemerintah Fokus Pulihkan Lahan Perhutanan Sosial di Tiga Provinsi Sumatera

Pemulihan pascabencana, terutama untuk aset vital seperti lahan perhutanan sosial, memerlukan pendekatan yang komprehensif. Rohmat menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, mencari sumber pendanaan inovatif yang dapat mempercepat proses rehabilitasi.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik hutan, tetapi juga mengembalikan roda perekonomian masyarakat yang ikut terpuruk akibat bencana.

"Insyaallah ke depan Kementerian Kehutanan juga akan mendukung, akan membantu, semoga nanti ada upaya-upaya termasuk pendanaan alternatif yang kita bisa dorong bersama untuk pemulihan lahan-lahan perhutanan sosial," ujarnya.

Harapan untuk Kesembuhan dan Pencegahan

Di akhir penyampaiannya, Rohmat Marzuki tidak lupa mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan kesembuhan dan kekuatan bagi warga di tiga provinsi yang terdampak. Ungkapan ini mencerminkan keprihatinan yang mendalam, sekaligus harapan agar bencana serupa tidak terulang di masa depan. Pemulihan lahan harus berjalan beriringan dengan pemulihan semangat masyarakat.

"Kami tidak bisa menutup acara ini tanpa kembali mengingat saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir. Kita doakan terus semoga bisa pulih dan banjir bandang tidak akan terjadi lagi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutupnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar