Pemulihan pascabencana, terutama untuk aset vital seperti lahan perhutanan sosial, memerlukan pendekatan yang komprehensif. Rohmat menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, mencari sumber pendanaan inovatif yang dapat mempercepat proses rehabilitasi.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik hutan, tetapi juga mengembalikan roda perekonomian masyarakat yang ikut terpuruk akibat bencana.
"Insyaallah ke depan Kementerian Kehutanan juga akan mendukung, akan membantu, semoga nanti ada upaya-upaya termasuk pendanaan alternatif yang kita bisa dorong bersama untuk pemulihan lahan-lahan perhutanan sosial," ujarnya.
Harapan untuk Kesembuhan dan Pencegahan
Di akhir penyampaiannya, Rohmat Marzuki tidak lupa mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan kesembuhan dan kekuatan bagi warga di tiga provinsi yang terdampak. Ungkapan ini mencerminkan keprihatinan yang mendalam, sekaligus harapan agar bencana serupa tidak terulang di masa depan. Pemulihan lahan harus berjalan beriringan dengan pemulihan semangat masyarakat.
"Kami tidak bisa menutup acara ini tanpa kembali mengingat saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir. Kita doakan terus semoga bisa pulih dan banjir bandang tidak akan terjadi lagi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutupnya.
Artikel Terkait
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan