Soal warna, performanya cukup solid. Untuk model 27 inci (Q27B36X), cakupan warnanya mencapai 118,5% sRGB dan 92,1% DCI-P3. Sementara versi 23,8 inci (Q24B36X) sedikit di bawahnya, di angka 114,7% sRGB dan 88,8% DCI-P3. Kecerahan maksimal keduanya sama, 300 cd/m² cukup terang untuk kebanyakan kondisi ruangan. Dan yang penting, ada teknologi Flicker-Free dan Low Blue Light untuk mengurangi kelelahan mata setelah dipandang berjam-jam.
Dari segi koneksi, nggak perlu khawatir. Port HDMI 2.0 dan DisplayPort 1.4 sudah tersedia, plus jack audio 3,5 mm buat yang mau pasang speaker atau headphone eksternal. Desainnya cukup fleksibel; bisa diatur kemiringannya (tilt) dan kompatibel dengan standar VESA mount 100x100 mm. Jadi, mau dipasang di arm monitor atau digantung di dinding, semua bisa.
Menurut AOC, sasaran produk ini cukup luas: pelajar, pekerja remote, sampai gamer kasual yang butuh monitor serba bisa dengan harga yang nggak bikin kantong jebol. Harganya? Di pasar Inggris, Q24B36X dijual sekitar 109 Euro, sedangkan yang 27 inci, Q27B36X, dibanderol 129 Euro. Keduanya sudah bisa didapatkan mulai bulan ini.
(MMI)
Artikel Terkait
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo