Forum Davos Soroti Tantangan Pendidikan di Tengah Gelombang Perubahan Global

- Kamis, 19 Februari 2026 | 19:50 WIB
Forum Davos Soroti Tantangan Pendidikan di Tengah Gelombang Perubahan Global

Dan yang kelima, mungkin yang paling relevan dengan obrolan di Davos. AI digadang-gadang sebagai wajah masa depan. Tapi, bagaimana dengan literasi digital dan kesiapan kurikulum kita? Masih jauh dari merata. Tanpa fondasi pendidikan yang kuat dan adil, AI justru berpotensi memperlebar jurang ketimpangan, bukannya menjembatani. Teknologi yang seharusnya membebaskan, malah berisiko menciptakan kelompok masyarakat baru yang tertinggal.

Menuju Kedaulatan yang Hakiki

Kelima paradoks tadi menunjukkan satu hal. Persoalan utamanya bukan pada kurangnya wacana atau diskusi global. Tapi, lebih pada ketidaksinkronan yang nyata antara narasi indah itu dengan keberanian untuk membuat kebijakan domestik yang tepat. Teknologi boleh melesat cepat, tapi arah peradaban tetap ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

Pendidikan harus mampu menumbuhkan apa yang disebut nalar sistemik. Yaitu kemampuan untuk memahami keterkaitan rumit antar sektor, memprediksi dampak jangka panjang sebuah inovasi, dan tidak melupakan dimensi etika di dalamnya.

Bagi Indonesia, ini adalah soal kedaulatan. Di era yang terfragmentasi seperti sekarang, kedaulatan bukan lagi sekadar soal wilayah dan kekayaan alam semata. Kedaulatan yang sesungguhnya terletak pada kejernihan nalar kolektif bangsa dan kekuatan institusi pengetahuan yang kita miliki.

Kampus tidak boleh puas hanya menjadi pabrik pencetak tenaga kerja. Ia harus bertransformasi menjadi pusat gagasan yang relevan dengan zamannya. Di sanalah calon-calon pemimpin masa depan ditempa: insan akademis yang kritis dan berintegritas, pencipta yang inovatif, serta pengabdi masyarakat yang tulus.

Pada ujungnya, semua harus berakar. Masa depan pendidikan Indonesia tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi apapun harus tetap berpijak pada Ketuhanan, menjunjung tinggi Kemanusiaan, memperkuat Persatuan, dipandu oleh kebijaksanaan, dan bermuara pada Keadilan Sosial untuk semua. Kampus adalah tempat nilai-nilai luhur itu dirawat, dihidupi, dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Davos memberikan kita cermin untuk melihat tantangan global. Tapi, arah langkah kita tentukan sendiri. Pendidikan yang berdaulat, adil, dan berakar pada jati diri bangsa adalah prasyarat mutlak. Agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar yang empuk bagi produk teknologi bangsa lain, melainkan menjadi bangsa yang mampu mengarahkan kemajuan teknologi itu untuk kemaslahatan rakyatnya sendiri.

Machsus.
Wakil Rektor II Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar