Suara bising dari lapangan padel di kawasan Haji Nawi Raya, Cilandak, akhirnya menemui solusi. Setelah berbulan-bulan memanas sejak November tahun lalu, konflik antara pengelola lapangan dan warga setempat berhasil diredam lewat mediasi yang digelar Kelurahan Gandaria Selatan.
Mediasi itu sendiri berlangsung cukup alot, tapi hasilnya menggembirakan. Kedua belah pihak akhirnya bisa duduk bersama dan menyepakati sejumlah poin teknis untuk mengatasi masalah kebisingan.
“Alhamdulillah mediasi berjalan dengan sangat baik. Kedua belah pihak menyampaikan aspirasinya dari masing-masing dan juga yang saya sangat gembira, akhirnya mereka saling memaafkan,”
Demikian disampaikan Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil, usai pertemuan di kantornya, Kamis (19/2/2026) lalu. Ia tampak lega konflik yang sempat meruncing ini bisa didamaikan.
Ada beberapa kesepakatan konkret yang lahir dari meja perundingan. Yang paling utama, pengelola lapangan kini diwajibkan untuk segera memasang peredam suara atau soundproofing. Tak cuma itu, mereka juga harus melakukan tes desibel untuk memastikan volume suara sudah berada di ambang yang tidak lagi mengganggu ketenangan tetangga.
Soal jam operasional pun diatur ulang. Lapangan yang sebelumnya beroperasi lebih lama, kini dibatasi dari pukul 14.00 sampai 19.00 WIB saja. Poin ini jadi salah satu kunci penurunan tensi.
Memang sempat ada tuntutan dari warga agar operasi dihentikan sementara. Namun, menurut Ikhsan, hal itu belum bisa dipenuhi. Alasannya, perlu mempertimbangkan nasib para karyawan yang bergantung pada lapangan tersebut.
Artikel Terkait
Peradi Kucurkan Rp6,7 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar
Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme
WHO dan UNICEF Laporkan 214 Serangan Terhadap Fasilitas Medis Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang di Sudan
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar