Di Kota Semarang sendiri, ada tiga ruas jalan yang jadi prioritas. Yakni Brigjen Sudiarto (3,2 km), Semarang-Godong (2 km), dan Weleri-Patean (1,8 km). Totalnya, anggaran yang dikucurkan untuk ketiganya mencapai Rp77 miliar.
Luthfi berargumen, konektivitas jalan yang mulus adalah urat nadi perekonomian. Ia mendukung kelancaran arus barang, mobilitas pekerja, dan tentu saja, aktivitas jual-beli. Hal ini jadi krusial, terutama saat momen Ramadan dan Idulfitri seperti sekarang, di mana mobilitas masyarakat melonjak drastis.
Karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan. Evaluasi ini akan fokus pada masa jelang Idulfitri dan puncak arus mudik, sesuai peta jalan infrastruktur yang sudah disepakati.
Di sisi lain, ada terobosan yang diinstruksikan Luthfi. Ia memerintahkan Dinas PU untuk membuka layanan pengaduan jalan rusak secara online. “Ini penting agar jalan provinsi bisa terpantau. Untuk kabupaten/kota sudah saya arahkan untuk ikut serta menambal jalan lubang,” tegasnya.
Baginya, sarana prasarana jalan adalah prioritas utama yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Trump Klaim Pilot AS Diselamatkan dari Iran, Klaim Berlawanan Muncul dari Tehran
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa Roket China
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Jakarta pada 7 April 2026
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret