Begitu kira-kira isi laporan itu, menggambarkan suasana di Washington. Pemicunya adalah penolakan keras Teheran terhadap tuntutan Amerika dalam proses negosiasi.
Yang lebih mencemaskan bagi Israel adalah ancaman langsung. Dari konsultasi keamanan terbatas yang dipimpin Netanyahu beberapa hari terakhir, muncul asumsi yang suram. Iran dinilai akan tetap meluncurkan rudal ke arah Tel Aviv, sekalipun Israel sendiri tidak ikut serta dalam serangan militer AS.
Intinya, situasi dianggap semakin genting. Tenggat waktu untuk mencegah eskalasi terasa semakin sempit.
"Bagaimanapun, ada kesan di Israel bahwa saat-saat genting semakin dekat,"
Demikian Yedioth Ahronoth menutup laporannya, menyiratkan sebuah ketegangan yang hampir-hampir bisa dirasakan di udara.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Reklamasi Lahan KAI untuk Kepentingan Negara
Vivo T5 Pro Dikabarkan Segera Rilis di Indonesia, Bawa Spesifikasi Unggulan
Iran Minta Saudi dan UEA Jelaskan Insiden Drone China yang Ditembak Jatuh di Shiraz
Petugas PPSU di Kalisari Diberi SP1 Gara-gara Pakai Foto AI untuk Laporan Parkir