Netanyahu Perintahkan Siaga Maksimum, Waspadai Perang dengan Iran

- Kamis, 19 Februari 2026 | 12:20 WIB
Netanyahu Perintahkan Siaga Maksimum, Waspadai Perang dengan Iran

Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu baru saja memerintahkan Komando Pertahanan Dalam Negeri dan berbagai badan penyelamat untuk bersiap. Persiapan untuk apa? Untuk kemungkinan perang dengan Iran. Situasinya sudah dinaikkan ke level "siaga maksimum" di sejumlah lembaga keamanan negara itu.

Laporan ini pertama kali muncul di koran Israel ternama, Yedioth Ahronoth, Rabu malam lalu. Media itu mengutip sumbernya, menyebut Netanyahu telah memberi arahan tegas untuk bersiap menghadapi konflik. Kabar serupa kemudian dikonfirmasi oleh kantor berita Anadolu Agency pada Kamis (19/2/2026).

Di sisi lain, ada perkembangan yang cukup menarik. Rapat kabinet keamanan Israel yang rencananya digelar Kamis untuk membahas Iran, mendadak diundur. Menurut siaran televisi lokal KAN, rapat itu baru akan digelar Minggu (21/2). Alasan penundaan? Tidak ada penjelasan resmi. Hal ini tentu menambah spekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Nah, laporan Yedioth Ahronoth juga mengungkap analisis yang beredar di kalangan pejabat Israel. Mereka menilai Presiden AS Donald Trump punya kecenderungan untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Dan itu bisa terjadi dalam waktu dekat.

"Pemerintahan Trump meyakini bahwa Iran berusaha mengulur waktu dan menipu Amerika Serikat,"

Begitu kira-kira isi laporan itu, menggambarkan suasana di Washington. Pemicunya adalah penolakan keras Teheran terhadap tuntutan Amerika dalam proses negosiasi.

Yang lebih mencemaskan bagi Israel adalah ancaman langsung. Dari konsultasi keamanan terbatas yang dipimpin Netanyahu beberapa hari terakhir, muncul asumsi yang suram. Iran dinilai akan tetap meluncurkan rudal ke arah Tel Aviv, sekalipun Israel sendiri tidak ikut serta dalam serangan militer AS.

Intinya, situasi dianggap semakin genting. Tenggat waktu untuk mencegah eskalasi terasa semakin sempit.

"Bagaimanapun, ada kesan di Israel bahwa saat-saat genting semakin dekat,"

Demikian Yedioth Ahronoth menutup laporannya, menyiratkan sebuah ketegangan yang hampir-hampir bisa dirasakan di udara.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar