Update Aduan BBM Pertalite Jatim: 290 Laporan, 50% Sudah Ditangani Pertamina

- Sabtu, 01 November 2025 | 14:30 WIB
Update Aduan BBM Pertalite Jatim: 290 Laporan, 50% Sudah Ditangani Pertamina
Aduan BBM Pertalite di Jatim: 290 Laporan Masuk, Separuh Sudah Ditangani

Aduan BBM Pertalite di Jatim: 290 Laporan Masuk, Separuh Sudah Ditangani

PT Pertamina Patra Niaga mencatat total aduan konsumen terkait kualitas BBM Pertalite di wilayah Jawa Timur (Jatim) telah mencapai 290 aduan. Dari jumlah tersebut, sekitar separuh aduan telah berhasil ditangani oleh perusahaan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menyatakan komitmen perusahaan untuk fokus mengusut dugaan campuran air dalam BBM Pertalite. Sebagai langkah konkret, Pertamina telah membuka 15 posko pengaduan fisik. Selain itu, konsumen juga dapat memberikan laporan melalui call center 135 dan media sosial resmi Pertamina.

"Dari total semua kanal itu yang masuk ada 290, boleh dibilang 99 persen roda dua. Nah, itu sudah tertangani kurang lebih hampir separuhnya, yang kita dapat verifikasinya," ungkap Ega dalam keterangannya di Surabaya.

Ega menekankan bahwa proses verifikasi pembelian BBM oleh pelapor mutlak diperlukan. Perusahaan akan terus membuka posko pengaduan untuk memastikan semua laporan dari masyarakat dapat tersalurkan dengan baik.

"Kita harus pastikan bahwa mereka memang melakukan pembelian, kapan, di mana, dan kami masih terus buka pos ini dalam bentuk untuk menangani solusi masyarakat ini," tegas Ega.

Pertamina Patra Niaga, bersama Lemigas dan Kementerian ESDM, telah melakukan penyisiran di sekitar 300 SPBU di wilayah Pantura Jawa Timur. Pengecekan mencakup area Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Bojonegoro, dan Malang.

"Sampai dengan saat ini yang terkait dengan kandungan air ini, kami melakukan pengecekan dengan metodologi pasta air. Kami juga melakukan pengecekan dengan mekanisme densitas," jelas Ega.

"Kita juga melakukan pengecekan dengan standar visual clarity dan kejernihan warna daripada BBM untuk mengindikasi apakah ada kontaminan di dalam produk tersebut. Sejauh ini kita tidak menemukan indikasi hal tersebut," tambahnya.

Ega mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif melaporkan temuan mereka terkait produk BBM, khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Dia memastikan perusahaan memberikan perhatian serius untuk mencegah timbulnya keresahan dan kerugian bagi konsumen.

"Kami juga terbuka, dan saya yakin dari pihak aparat kepolisian juga melakukan hal yang sama, dan kami terus berkoordinasi untuk mencari dan mengetahui sebetulnya apa yang sebenarnya sedang terjadi," tutup Ega.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar