Video itu tiba-tiba membanjiri linimasa. Tampak jelas, puluhan batang kayu gelondongan hanyut tak berdaya dihantam arus banjir di Sumatera Utara. Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung memantik reaksi. Banyak warganet yang menghubung-hubungkan kayu-kayu itu dengan isu deforestasi yang diduga jadi pemicu bencana alam di wilayah tersebut.
Merespons viralnya video tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara. Dari Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/12), Sigit mengaku pihaknya sudah mengambil langkah awal.
"Kami secara lisan sudah berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan," ujarnya.
Namun begitu, koordinasi itu baru permulaan. Esok harinya, Kamis (4/12), Sigit memberikan penjelasan lebih lanjut. Rencananya, polisi akan segera duduk bersama dengan instansi terkait. Tujuannya jelas: membentuk tim khusus untuk menyelidiki dari mana sebenarnya kayu-kayu gelondongan itu berasal.
Penyelidikan ini tentu punya konsekuensi. Sigit menegaskan, proses hukum akan dijalankan jika memang ditemukan indikasi pelanggaran.
"Bila ada pelanggaran hukum kita akan proses," tegasnya singkat.
Jadi, semua mata kini tertuju pada kerja tim gabungan itu. Asal-usul kayu itu masih menjadi tanda tanya besar. Apakah ini sekadar kayu tersapu banjir, atau ada cerita lain yang lebih rumit di baliknya? Hanya penyelidikan mendatang yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum: Video Maaf Sarwendah Tak Ada Kaitannya dengan Ruben Onsu
Pemkot Makassar Resmi Terima Hibah Lahan 8.188 M² dari PIP untuk Pengembangan Stadion Untia
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,738 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak
Biota Group Matangkan Konsep Umrah Akbar Carter Satu Pesawat Lewat Forum Koordinasi Mitra