Jerman Cabut Larangan Ekspor Senjata ke Israel: Dampak & Analisis Terkini

- Selasa, 18 November 2025 | 10:55 WIB
Jerman Cabut Larangan Ekspor Senjata ke Israel: Dampak & Analisis Terkini
Jerman Cabut Larangan Parsial Ekspor Senjata ke Israel: Kebijakan Terbaru

Jerman Cabut Larangan Parsial Ekspor Senjata ke Israel: Analisis Kebijakan

Pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan pencabutan kebijakan penangguhan parsial untuk pengiriman senjata ke Israel yang akan digunakan di kawasan Gaza. Pengumuman ini disampaikan pada hari Senin, menandai perkembangan signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.

Juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, menyatakan bahwa keputusan ini diambil seiring dengan kondisi gencatan senjata di Gaza yang dinilai telah menunjukkan stabilitas dalam beberapa pekan terakhir. Kornelius menegaskan bahwa pemerintah Jerman akan terus melakukan peninjauan terhadap setiap ekspor senjata secara kasus per kasus dan akan menyesuaikan respons berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Kebijakan penangguhan parsial ini sebelumnya diumumkan oleh Kanselir Friedrich Merz pada bulan Agustus. Keputusan awal itu dilatarbelakangi oleh keprihatinan internasional atas tingginya jumlah korban jiwa warga sipil yang menjadi dampak dari serangan-serangan Israel di Gaza.

Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan, situasi di lapangan masih dinamis dengan beberapa pelanggaran yang dilaporkan. Ratusan warga Palestina dilaporkan menjadi korban tewas akibat serangan Israel yang terjadi pasca tanggal 10 Oktober.

Kebijakan penangguhan ekspor senjata ke Israel sebelumnya menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai tidak komprehensif dan masih membuka celah untuk pengiriman senjata tertentu. Pencabutan penangguhan ini dijadwalkan akan mulai berlaku efektif pada tanggal 24 November.

Latar Belakang Penangguhan Ekspor Senjata Jerman ke Israel

Kebijakan penangguhan parsial ekspor senjata ke Israel menjadi penanda perubahan signifikan dalam pendekatan diplomatik Jerman. Secara tradisional, Jerman dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat dan paling mendukung Israel di kancah internasional.

Fakta menarik menunjukkan bahwa justru setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, Jerman sempat meningkatkan volume ekspor senjatanya ke Israel. Peningkatan ini terjadi di tengah tekanan internasional yang semakin besar terhadap dukungan Jerman kepada Israel, seiring dengan melonjaknya jumlah korban sipil di Gaza.

Perubahan kebijakan Jerman terjadi tepat pada momen kritis, hanya beberapa hari sebelum rencana ofensif darat baru Israel di Jalur Gaza. Pemerintah Jerman kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman senjata yang akan digunakan secara spesifik di kawasan Gaza.

Data mencatat bahwa meskipun ada kebijakan penangguhan, persetujuan ekspor untuk peralatan militer senilai setidaknya €2,46 juta tetap diberikan. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, di mana persetujuan ekspor senjata mencapai €250 juta untuk rentang waktu 1 Januari hingga 8 Agustus 2025.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar