Hari pertama Frederik diisi dengan serangkaian agenda padat di Nuuk. Setelah bertukar pikiran dengan Nielsen, sang raja menyambangi sebuah sekolah menengah atas, lalu menengok operasi sebuah perusahaan perikanan. Nantinya, dia juga rencananya akan ngopi bareng warga lokal di sebuah pusat kebudayaan. Gaya santai, tapi penuh makna.
Rencana perjalanannya masih panjang. Kamis ini, dia bertolak ke Maniitsoq, kira-kira 150 kilometer di sebelah utara Nuuk. Lalu Jumatnya, Frederik akan meninjau pusat pelatihan militer Arktik Denmark di Kangerlussuaq, yang lokasinya lebih jauh lagi ke utara.
Hubungan antara kerajaan Denmark dan Greenland memang kompleks. Ada sejarah kolonial di masa lalu, tapi nyatanya keluarga kerajaan masih cukup disukai di sini. Popularitas mereka tetap terjaga.
Frederik sendiri naik taun pada 2024, setelah ibunya, Ratu Margrethe, turun takhta. Kunjungan terakhirnya ke pulau ini terjadi April tahun lalu. Sebelumnya, dia juga sempat mampir pada Juli 2024.
Di sisi lain, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pernah berkomentar bahwa dia yakin Trump masih menginginkan Greenland. Meski ancaman mengambil paksa sudah ditarik, Trump bersikeras bahwa Greenland dengan kekayaan mineralnya punya nilai strategis penting bagi keamanan AS dan NATO, terutama menyangkut tekanan dari Rusia dan China.
Artikel Terkait
KPK Mulai Pemeriksaan Maraton ke Lima Pimpinan Biro Travel Haji
Uji Coba Aturan Truk ODOL: 49.003 Kendaraan Ditindak, Mayoritas Masih Dapat Peringatan
Lurah Pasar Rebo Dipanggil Inspektorat DKI Diduga Gunakan Foto AI Tanggapi Laporan Warga
BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta Hingga 9 April