Dari Panggung ke Dewan Pertahanan: Perjalanan Tak Terduga Noe Letto

- Selasa, 20 Januari 2026 | 06:15 WIB
Dari Panggung ke Dewan Pertahanan: Perjalanan Tak Terduga Noe Letto
Profil Noe Letto: Dari Panggung Musik ke Dewan Pertahanan

Noe Letto: Lagu, Logika, dan Sebuah Pelantikan Baru

Nama Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, belakangan mencuat bukan karena single baru. Justru, ia muncul dalam berita resmi negara. Kamis lalu, tepatnya 15 Januari 2026, musisi itu dilantik menjadi Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Pelantikan ini tentu mengundang tanda tanya. Publik lebih mengenalnya sebagai vokalis band Letto yang melantunkan "Ruang Rindu", atau sebagai putra sulung budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Lantas, apa yang membawanya ke ruang rapat yang membahas geopolitik dan geostrategi?

Jawabannya mungkin terletak pada jalan hidupnya yang tak biasa. Di balik image musisi yang puitis, tersimpan latar pendidikan yang cukup mentereng. Noe ternyata pernah kuliah di Universitas Alberta, Kanada, di tahun 1997.

Masa kuliahnya tak mudah. Ia harus berjuang menghadapi krisis moneter dan bekerja paruh waktu untuk bertahan. Namun, pada 2003, ia berhasil menyandang gelar Bachelor of Science dengan prestasi mengambil dua jurusan sekaligus: Matematika dan Fisika. Jarang yang menyangka, pencipta lagu romantis itu justru punya dasar keilmuan yang kuat di bidang eksakta.

Kembali ke Indonesia, dunia seni tetap memanggilnya. Ia mendalami produksi musik di studio KiaiKanjeng. Lalu, bersama kawan-kawan lamanya dari SMA Negeri 7 Yogyakarta, ia membentuk Letto di tahun 2004. Album perdana mereka, "Truth, Cry, and Lie", meledak di pasaran dan meraih double platinum.

Namun, bakat Noe tak berhenti di musik. Di tahun 2008, ia mendirikan rumah produksi film, Pic[k]Lock Productions. Beberapa film yang diproduserinya, seperti "Minggu Pagi di Victoria Park" dan "Guru Bangsa: Tjokroaminoto", bahkan masuk nominasi di Festival Film Indonesia dan memenangi penghargaan di Festival Film Bandung.

Kehidupan pribadinya sendiri ia jaga dengan ketat. Yang diketahui publik, ia telah menikah dengan Fauzia Fajar Putri Khaeruddin dan dikaruniai dua anak.

Lalu, bagaimana seorang musisi dan produser film akhirnya duduk di Dewan Pertahanan Nasional? Menurut pihak Kemhan, penunjukannya bukan tanpa alasan.

"Benar, Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 tenaga ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional," jelas Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan.

Rico melanjutkan, posisi yang diisi Noe adalah untuk memberikan kajian mendalam di bidang sosial dan kebudayaan. Tugasnya nanti adalah menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum yang ada.

"Sehingga keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara," imbuhnya.

Jadi, itulah potret Noe Letto. Sebuah perjalanan dari aula kampus di Kanada, panggung musik, studio film, hingga akhirnya ke sebuah ruang di Dewan Pertahanan Nasional. Sepertinya, bagi putra sulung Cak Nun ini, batas antara seni, ilmu, dan pengabdian negara memang tak pernah benar-benar tegas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar