Jakarta - Di ruang Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV, suasana rapat koordinasi antara Satgas PRR bencana Sumatera dan DPR RI terasa cukup padat. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ini juga dihadiri sejumlah pimpinan dewan lainnya. Intinya jelas: bagaimana mempercepat pemulihan.
Di tengah forum itu, Letjen TNI Richard Tampubolon, yang menjabat sebagai Waka 1 Satgas, menegaskan satu hal. Komitmen TNI dalam penanganan bencana, katanya, bukan sesuatu yang datang dan pergi. "Keterlibatan TNI tidak bersifat temporer, melainkan berkesinambungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat," ujar Richard, Rabu (18/2/2026).
Pernyataannya itu bukan sekadar retorika. Hingga detik ini, personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI masih terus dikerahkan. Mereka menangani berbagai musibah, termasuk banjir yang melanda sejumlah wilayah belakangan ini. Mulai dari evakuasi warga, mendistribusikan logistik, sampai memperbaiki infrastruktur dasar agar kehidupan bisa kembali normal.
Namun begitu, kerja TNI ternyata lebih dari sekadar tanggap darurat. Richard menjelaskan, keterlibatan mereka berlangsung dalam setiap fase. Dari saat bencana baru terjadi, lalu masuk tahap rehabilitasi, hingga yang paling rumit: rekonstruksi jangka panjang.
Artikel Terkait
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran