Banjir dan Longsor Landa Tapanuli Tengah, Gubernur Tinjau Lokasi dan Pastikan Bantuan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 23:45 WIB
Banjir dan Longsor Landa Tapanuli Tengah, Gubernur Tinjau Lokasi dan Pastikan Bantuan

"Kita minta supaya data masyarakat terdampak, segera bisa kita terima dari kabupaten. Begitu juga proses penanganan bencana, kita sudah ada skema rencana rekonstruksi, rehabilitasi pascabencana," jelas Bobby.

Dampak pada Infrastruktur dan Lalu Lintas

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi bahwa banjir telah melanda beberapa kecamatan sejak Senin siang. Dampaknya cukup kompleks, merusak rumah, infrastruktur jalan, hingga jaringan listrik.

"Bahkan di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dampaknya tergolong cukup parah hingga menyebabkan pemadaman listrik," kata Masinton.

Laporan dari kepolisian setempat memberikan gambaran lebih detail tentang kerusakan infrastruktur. Material kayu dan batu dari longsoran menutup badan Jalan Rampa Poriaha di Km 7 Sigarupu, Kecamatan Sitahuis, menyebabkan kemacetan total.

Longsor juga terjadi di sepanjang Jalan Sibolga–Tarutung, dari Km 23 hingga Km 26. Material yang menumpuk tidak hanya menutup jalan, tetapi sempat juga membendung aliran sungai di Km 23,5, yang kemudian memperparah genangan banjir di sekitarnya.

Meski kerusakan fisik cukup signifikan, berita baik datang dari laporan korban jiwa. Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Amtoni, menyatakan bahwa tidak ada korban meninggal dalam peristiwa ini.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tujuh unit rumah terdampak banjir dan longsor," kata Dela Amtoni.

Fokus penanganan kini beralih pada pemulihan akses transportasi, jaringan listrik, serta pendataan yang akurat untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar