Namun begitu, langkah perusahaan tak berhenti di situ. Mereka sudah mulai membangun fasilitas Carbon-In-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun. Konstruksinya bahkan sudah dimulai awal 2026, jauh lebih cepat dari rencana semula di 2027.
Target penyelesaiannya pun dimajukan. Jika awalnya direncanakan dua tahap hingga 2032, kini fasilitas CIL ditargetkan rampung pada 2028. Imbasnya, potensi produksi tahunan sekitar 500.000 ons emas bisa dicapai lebih cepat, yaitu pada 2029. Itu berarti tiga tahun lebih awal dari proyeksi awal.
Menjelang produksi, EMAS sebagai anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengklaim telah menyelesaikan semua tahapan kunci. Mulai dari penambangan awal, fasilitas Ore Preparation Plant (OPP), hingga heap leach dan ADR. Semuanya dinyatakan siap untuk mendukung produksi komersial penuh.
Boyke menambahkan, operasional Tambang Pani diharapkan tak hanya memperkuat portofolio grup, tetapi juga memberi kontribusi nyata. Baik untuk produksi emas nasional maupun pembangunan ekonomi Gorontalo lewat penciptaan lapangan kerja dan program pemberdayaan.
Jadi, langkah pertama sudah diambil. Tinggal menunggu bagaimana kinerja selanjutnya di lapangan.
Artikel Terkait
Di Gregorio Jadi Pahlawan, Juventus Kalahkan Genoa dan Dekati Zona Liga Champions
Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal
Ultimatum Trump ke Iran Diperpanjang Lagi, Tenggat Baru 7 April
Spageti Program Makan Bergizi Diduga Sebabkan Keracunan 72 Siswa di Jakarta Timur