Ia melanjutkan, wilayahnya terdiri dari tiga jorong yang terpencar: Garabak, Data, dan Lubuk Tareh yang lokasinya sangat terpencil dan rawan. Selain jalan, Pardinal juga menyelipkan aspirasi lain. Masih ada warga yang bergantung pada air sungai dan belum punya jamban layak. Ia berharap kebutuhan dasar itu juga tak luput dari perhatian.
Dari sisi teknis, Kepala Satker BPJN Sumbar Masudi memaparkan data. Panjang jalan yang perlu diaspal sekitar 12 kilometer. Terbagi jadi 5 kilometer dari arah Alahan Panjang dan 7 kilometer sisanya mendekati nagari. “Dengan kondisi dasar jalan yang ada, pekerjaannya tidak terlalu sulit,” jelas Masudi.
Anggarannya? Diperkirakan mencapai Rp 70 miliar. Proyek ini bisa segera digulirkan begitu ada lampu hijau dari pemerintah pusat. Masudi menyatakan kesiapan BPJN untuk menindaklanjuti arahan yang ada.
Komitmen ini disambut hangat, tapi juga dengan sedikit skeptisisme. Warga Garabak Data sudah sering mendengar janji serupa setiap musim pemilu atau pilkada. Janji yang menguap begitu saja. Namun, kedatangan Andre yang membawa langsung pejabat teknis diakui memberi angin segar. Setidaknya, ada langkah konkret yang terlihat.
Menanggapi hal itu, Andre memilih bersikap realistis. “Saya tidak ingin banyak berjanji, yang penting kerja nyata,” ujarnya. Ia berjanji akan mengawal proses ini sampai jalan benar-benar terbangun. Bahkan, ia menyatakan enggan kembali ke Garabak Data sebelum melihat proyek itu dimulai.
Bagi Andre, BTS dan jalan ini adalah langkah awal. Dua hal fundamental untuk membuka isolasi. Jika akses komunikasi dan transportasi sudah membaik, ia yakin Garabak Data bisa berkembang. Masyarakatnya pun akhirnya bisa merasakan buah pembangunan secara langsung.
Kini, semua pihak tinggal menunggu realisasi. Dengan komitmen bersama dari pusat, daerah, dan dukungan penuh warga, mimpi sederhana warga Garabak Data untuk pertama kalinya menapaki jalan beraspal, semoga tak lagi sekadar wacana.
Artikel Terkait
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel