Tim SAR Berjuang di Tengah Cuaca Ekstrem, Evakuasi Korban Longsor Cisarua Terus Digenjot

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:50 WIB
Tim SAR Berjuang di Tengah Cuaca Ekstrem, Evakuasi Korban Longsor Cisarua Terus Digenjot

Operasi pencarian di Cisarua masih berlangsung intensif. Tim SAR gabungan tak henti-hentinya menyisir puing dan lumpur tebal di Kampung Pasirkuning, Kabupaten Bandung Barat, dengan harapan menemukan puluhan korban yang masih hilang. Cuaca ekstrem jadi tantangan tersendiri, ditambah ancaman longsor susulan yang selalu mengintai di lokasi bencana.

Di tengah upaya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan ada dua prioritas utama yang sedang dikejar. Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, menjelaskan posisi mereka.

“Kami antisipatif. Ada dua fokus utama, pertama evakuasi korban yang masih belum ditemukan, sekitar 80 orang. Kedua, kami memberikan layanan terbaik untuk para pengungsi,” kata Herman, Minggu (25/1/2026).

Jadi, selain memacu evakuasi, perhatian juga tertuju pada ratusan warga yang terpaksa mengungsi. Mereka butuh jaminan tempat tinggal sementara, makanan, dan dukungan psikologis. Itu pekerjaan rumah yang tak kalah genting.

Sampai berita ini diturunkan, hasil pencarian sudah mulai terlihat. Tim gabungan berhasil mengevakuasi satu korban selamat dan empat korban meninggal dunia. Mereka juga menemukan dua bagian tubuh yang masih harus diidentifikasi.

Ade Dian, yang koordinasi misi SAR di lapangan, memberi kabar tentang korban selamat itu.

“Korban selamat langsung kami evakuasi ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ade Dian.

Korban tersebut, seorang perempuan bernama Lili, berhasil dibawa keluar dari reruntuhan sekitar pukul 11.10 WIB. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas Pasirlangu. Setelah momen haru itu, tim kembali fokus pada tugas yang lebih berat: mencari yang masih hilang, dengan kemungkinan terburuk selalu membayangi.

Suasana di lokasi sendiri digambarkan sangat mencekam. Lumpur mengering di mana-mana, sementara jerit pilu keluarga yang menunggu kadang memecah kesunyian. Pencarian ini benar-benar seperti perlombaan melawan waktu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar