Jakarta: Barcelona kembali tumbang. Kali ini, mereka takluk 1-2 dari Girona di Stadion Municipal de Montilivi, Selasa dini hari tadi. Usai laga, pelatih Hansi Flick tak mencari kambing hitam. Ia justru menuding pertahanan timnya sendiri sebagai biang keladi kekalahan itu.
"Kami bertahan dengan sangat buruk, terutama saat transisi," ujar Flick.
Ia menambahkan, "Kami tidak berada dalam posisi yang baik dan kesulitan menahan serangan Girona."
Statistik pertandingan memang menunjukkan hal yang paradoks. Barcelona mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen dan melepaskan 27 tembakan. Tapi, angka-angka itu menipu. Girona, yang bermain lebih pragmatis, justru menciptakan peluang-peluang berbahaya. Mereka melepaskan 13 tembakan, lima di antaranya adalah peluang besar yang nyaris menjadi gol.
Barcelona juga kurang beruntung. Tendangan penalti Lamine Yamal di masa injury time babak pertama malah menghantam tiang. Peluang emas untuk unggul sebelum turun minum pun sirna.
Drama di Babak Kedua
Kedudukan baru terpecah di menit ke-59. Pau Cubarsi sukses menyundul umpan Jules Kounde, membawa Barcelona unggul 1-0. Namun, keunggulan itu cuma bertahan sekitar dua menit.
Girona langsung membalas. Thomas Lemar menyodok bola hasil umpan Vladyslav Vanat, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Lalu, di menit ke-86, giliran Fran Beltran yang menjadi pahlawan. Ia merayakan gol kemenangan setelah menyepak umpan pendek Joel Roca.
Artikel Terkait
Tim Panjat Tebing Indonesia Berangkat ke China, Kejar Tiket Asian Games 2026
Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Jalan di Dua Kecamatan Cianjur
Peradi Kucurkan Rp6,7 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar
Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme