Gol kedua Girona itu sendiri sempat memantik kontroversi. Sejumlah saksi melihat Jules Kounde diinjak pemain lawan sebelum gol tercipta. Tapi, wasit memutuskan gol sah. Flick enggan berkomentar panjang lebar soal ini.
"Tidak ada alasan. Kami harus bermain lebih baik," katanya singkat.
Ia terlihat frustrasi. "Kami bermain jelek. Sekarang kami harus berjuang untuk memperbaiki keadaan. Dalam beberapa pekan ke depan kami akan kembali dengan mentalitas berbeda dan level yang lebih tinggi," imbuh pelatih asal Jerman itu.
Kekalahan ini terasa pahit, karena datang di saat Barcelona sedang terpuruk. Mereka baru saja dibantai Atletico Madrid 0-4 di Copa del Rey. Harapan bangkit dari hasil ini pun pupus.
"Kami tidak dalam kondisi yang baik saat ini," akunya. "Kami sedang berada dalam periode yang sulit."
Dampak di Klasemen
Hasil ini berdampak langsung pada papan atas klasemen. Barcelona tetap tertahan di posisi kedua dengan 60 poin. Kesempatan untuk merebut kembali puncak dari Real Madrid pun lenyap. Di sisi lain, kemenangan ini sangat berarti bagi Girona. Mereka melompat ke posisi 12 dengan 29 poin, sekaligus menghentikan tren negatif yang mereka alami.
Bagi Flick dan anak asuhnya, jalan masih panjang. Tapi, jelas ada pekerjaan rumah yang besar, terutama di lini belakang, jika mereka ingin tetap bersaing merebut gelar.
Artikel Terkait
Tim Panjat Tebing Indonesia Berangkat ke China, Kejar Tiket Asian Games 2026
Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Jalan di Dua Kecamatan Cianjur
Peradi Kucurkan Rp6,7 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar
Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme