Minggu malam di Cianjur berubah jadi mencekam. Dua kecamatan, Cibeber dan Cilaku, digenangi air luapan sungai dan drainase yang tak lagi mampu menampung. Ratusan rumah dan jalan utama terendam, bahkan rusak akibat terjangan banjir.
Menurut sejumlah saksi, semuanya mulai sekitar pukul delapan malam. Awalnya air cuma sepuluh sentimeter, gak terlalu parah. Tapi hujan deras yang mengguyur sejak sore terus saja turun tanpa henti. Akibatnya, genangan pun makin lama makin tinggi.
"Hujannya dari sore. Tapi mulai banjir sekitar jam 8 malam. Bahkan tadi ketinggian air sampai 1 meter,"
Kata Alawi (30), warga Desa Peuteuyconding, Kecamatan Cibeber, yang mengamati langsung kejadian itu.
Dia menambahkan, dampaknya bukan cuma genangan biasa. Sebuah madrasah atau tempat ngaji anak-anak sampai jebol lantainya.
"Iya madrasah atau tempat ngaji anak-anak juga sampai jebol. Barang-barang terendam semuanya,"
ujarnya prihatin.
Jalan utama Cianjur-Cibeber pun tak luput. Alawi menyebut kendaraan sempat tak bisa melintas sama sekali karena banjir yang cukup tinggi merendam jalan itu.
Dari pihak kecamatan, Camat Cibeber Ardian Athoillah mengkonfirmasi enam desa di wilayahnya terdampak. Penyebabnya jelas: luapan sungai usai hujan deras berjam-jam.
"Yang terdampak banjir ada enam desa. Untuk informasi sementara terendam puluhan rumah dan jalan. Tapi data pastinya yang terendam masih kami lakukan pengecekan di lapangan,"
jelas Ardian.
Namun begitu, kondisi mulai membaik. Air sudah berangsur surut dan warga mulai sibuk membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan.
"Kalau genangan di jalan surat surut, kalau di pemukiman masih ada genangan tapi hanya kurang dari 10 centimeter,"
tuturnya.
Meski banjir mulai reda, kewaspadaan harus tetap dijaga. Ardian mengingatkan dua hal: ancaman hujan susulan dan hewan liar yang mungkin keluar setelah banjir.
"Pascabanjir tetap harus waspada dari hewan liar seperti biawak dan ular. Kemudian cek juga alat elektronik serta jaringan listrik, khawatir masih ada aliran listrik yang membahayakan,"
pesannya.
Sementara di Kecamatan Cilaku, situasinya sedikit berbeda. Kapolsek Cilaku AKP Isep menyebut hanya satu desa yang kena, yaitu Desa Sukasari.
"Untuk di Cilaku hanya ada satu desa yakni Desa Sukasari. Tidak ada korban, tapi sekitar 30 rumah terendam. Sekarang berangsur surut juga, warga mulai membersihkan rumahnya dari sisa air dan lumpur akibat banjir,"
kata Isep.
Kini, aktivitas pembersihan berlangsung di kedua wilayah. Sisa-sisa lumpur dan kerusakan menjadi bukti betapa derasnya air mengamuk malam itu.
Artikel Terkait
JICT Salurkan 40 Hewan Kurban ke Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
Kuli Bangunan Jadi Korban Pengeroyokan Pemuda Mabuk di Cileungsi
Menlu Sugiono Serukan Reformasi PBB dan Dewan Keamanan di Sidang PBB
Pengemudi BYD Denza di Tangerang Ditilang karena Modifikasi Pelat Nomor Mirip Pelat Pejabat