"Merujuk surat Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, guna penyesuaian kapasitas ruang, pelaksanaan sidang isbat awal Ramadan 1447 H/2026 M dialihkan dari Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag Jl. MH Thamrin, ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat," jelasnya dalam rilis yang diterbitkan pada Selasa (17 Februari 2026).
Menyiapkan Sidang yang Optimal
Pemilihan Hotel Borobudur bukanlah hal yang asing dalam penyelenggaraan sidang isbat sebelumnya. Lokasi hotel seringkali dipandang mampu menyediakan infrastruktur pendukung yang komprehensif, mulai dari ruang pertemuan yang luas, akustik yang baik, hingga fasilitas teknologi untuk penyiaran langsung. Pergeseran lokasi ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memfasilitasi sidang dengan standar tertinggi, mengingat betapa krusialnya hasil sidang ini bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
Dengan persiapan yang matang di lokasi baru, diharapkan seluruh rangkaian sidang yang melibatkan perhitungan astronomis (hisab) dan pemantauan visual (rukyat) dapat berjalan dengan khidmat dan menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan akhir dari sidang isbat ini nantinya akan menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa Ramadan.
Artikel Terkait
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi
Operasi Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Pelaku Penyerangan ke Tito Karnavian di 2012
Lebih dari 2.500 Pengunjung Padati Kawasan Monas Saat Libur Jumat Agung