Mitos Ikan Dewa dan Ritual Kematiannya Jadi Daya Tarik Wisata di Linggarjati

- Minggu, 22 Maret 2026 | 16:40 WIB
Mitos Ikan Dewa dan Ritual Kematiannya Jadi Daya Tarik Wisata di Linggarjati

Libur Lebaran selalu jadi momen ramai untuk berwisata. Di Kuningan, Jawa Barat, Taman Wisata Linggarjati pun tak luput dari kunjungan para pelancong. Mereka datang bukan cuma untuk menikmati udaranya yang sejuk, tapi juga untuk melihat langsung sosok yang jadi daya tarik utama: ikan dewa. Ikan ini bukan sembarang ikan, melainkan sudah dibalut mitos dan cerita turun-temurun yang bikin penasaran.

Oji, salah seorang pengelola di sana, bercerita panjang lebar soal asal-usul ikan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang beredar kuat kaitannya dengan legenda Prabu Siliwangi.

"Konon katanya, ini adalah anak buah Prabu Siliwangi yang menolak perintah, kemudian dikutuk menjadi ikan dewa sampai sekarang,"

ujar Oji saat ditemui di lokasi pada Minggu (22/3/2026).

Namun begitu, keunikan ikan dewa ini tidak berhenti di cerita kutukan saja. Ada hal lain yang lebih misterius dan sering jadi buah bibir. Katanya, ikan-ikan ini punya kemampuan untuk menghilang. Saat kolam tempat mereka tinggal dikuras sampai tandas, mereka raib entah ke mana.

"Kalau kolam dikuras, ikan itu hilang. Tapi nanti kalau sudah penuh lagi, muncul lagi. Bahkan katanya pindah ke tempat lain seperti ke Cibulan,"

tambah Oji sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Di sisi lain, kalau ditilik secara ilmiah, sebenarnya ikan dewa ini adalah jenis ikan kancra. Tapi ya, perlakuan warga sekitar terhadap mereka jauh berbeda. Ikan ini diperlakukan nyaris seperti manusia. Oji mencontohkan, ketika ada ikan yang mati, ritualnya khusus.

"Kalau ada yang mati, kami perlakukan seperti manusia. Dibungkus kain putih dan dikuburkan,"

jelasnya.

Kepercayaan lain yang juga beredar adalah soal jumlah mereka yang dianggap tetap. Entah bagaimana ceritanya, jumlah ikan dewa ini konon tak pernah berkurang atau malah bertambah banyak. Kalau ada satu yang mati, percayalah, akan ada penggantinya yang muncul tak lama kemudian.

Nah, mitos-mitos seperti inilah yang justru menjadi magnet. Wisatawan jadi penasaran, ingin membuktikan atau sekadar melihat wujud ikan yang penuh cerita itu. Apalagi di momen liburan panjang seperti Lebaran, antusiasme pengunjung terlihat jelas meningkat. Suasana ramai pun menyelimuti Taman Wisata Linggarjati, jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar