MURIANETWORK.COM - Seorang pengamat politik menekankan bahwa perbaikan mendasar pada sistem internal partai politik menjadi kunci untuk menghasilkan calon kepala daerah yang berkualitas. Pernyataan ini disampaikan menyusul tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah, yang mendorong perlunya evaluasi terhadap mekanisme rekrutmen politik.
Pentingnya Kaderisasi Berjenjang dan Uji Kapasitas
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai bahwa partai politik harus membenahi demokrasi internal dan sistem kaderisasi berjenjang. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari pencalonan figur yang hanya mengandalkan relasi, kekayaan finansial, atau popularitas sesaat.
“Yang harus dilakukan oleh partai politik adalah memperbaiki sistem secara internal. Sistem yang saya maksud adalah demokrasi di internal partai, sistem kaderisasi berjenjang dilakukan dengan baik, menghindari mendorong calon legislatif dan eksekutif dari kader instan karena relasi, punya uang dan popularitas saja karena akan menciptakan pemimpin yang tidak matang secara politik dan moral,” jelasnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Iwan menegaskan bahwa setiap calon yang diusung partai wajib melalui proses pengaderan yang ketat. Calon tersebut, lanjutnya, harus teruji secara intelektual, mental, integritas, dan kemampuan kepemimpinan.
“Teruji integritasnya, dan teruji kemampuan kepemimpinannya. Jangan memulai (dari) politik uang itu, justru dari dalam partai politik itu sendiri,” tuturnya.
Politik Uang Berawal dari Parpol yang Rusak
Dari sudut pandangnya, akar masalah politik uang dalam pilkada justru bersumber dari dalam partai politik itu sendiri. Oleh karena itu, upaya perbaikan harus dimulai dari sana, sebelum membahas perubahan sistem pemilihan.
“Makanya menurut saya, yang lebih dulu diubah bukan sistem pilkada-nya, tetapi partai politiknya dulu harus di-ruqiyah dan diperbaiki. Baik itu UU Parpol atau aturan lainnya. Karena sumber masalahnya adalah partai politik dan politik uang itu cikal bakalnya dari parpol yang masih rusak,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Mark Lee Tinggalkan NCT Usai Kontrak dengan SM Entertainment Berakhir
Pakar IPB Peringatkan Ancaman Godzilla El Nino Mirip Tragedi Karhutla 1998
Wakil Ketua MPR Serukan Dukungan Kampus untuk Transisi Energi Prabowo
FPTI Ungkap Kendala Pemeriksaan Internal Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing