Sementara itu, kondisi di Kecamatan Tegowanu tampak lebih parah. Banjir menyapu Desa Tajemsari, Sukorejo, dan Kebonagung yang terakhir ini bahkan sawah seluas 102 hektare ikut terendam. Ketinggian airnya bervariasi, dari 20 cm sampai satu meter.
Kerusakan infrastruktur turut memperburuk keadaan.
"Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari dilaporkan jebol, serta tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, juga mengalami kerusakan. Kondisi saat ini berangsur surut," tambahnya.
Upaya pencegahan pun langsung digeber. Di Kecamatan Gubug, misalnya, meski banjir di Desa Penadaran sudah surut, warga dan relawan tak berhenti. Mereka kerja bakti meninggikan tanggul Sungai Tuntang untuk mengantisipasi luapan susulan.
Namun begitu, di beberapa titik, genangan masih membandel. Wilayah Purwodadi jadi salah satu yang paling terdampak. Kelurahan Purwodadi dan Kalongan masih terendam, dengan Perumahan Permata Hijau di Kalongan menjadi sorotan karena ketinggian airnya sempat mencapai satu meter, mengganggu 1.180 KK. Desa Karanganyar dan Ngraji juga belum sepenuhnya bebas dari genangan.
Adapun di Kecamatan Karangrayung, ceritanya agak mirip. Jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru di dua dusun di Desa Mojoagung masing-masing sepanjang sekitar 15 meter menjadi penyebab utama air masuk ke permukiman. Saat ini, air memang sudah mulai mengalir pergi, tapi jejaknya masih tersisa di beberapa ruas jalan desa yang becek dan berlumpur.
Artikel Terkait
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik