Sidang Isbat Kemenag 17 Februari Tetapkan Awal Ramadan 1447 H

- Senin, 16 Februari 2026 | 10:15 WIB
Sidang Isbat Kemenag 17 Februari Tetapkan Awal Ramadan 1447 H

Tak terasa, umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut Ramadan. Bulan suci yang dinanti-nanti ini memang momen istimewa. Bukan cuma soal menjalankan kewajiban puasa sebagai rukun Islam, tapi lebih dari itu. Ramadan adalah waktu turunnya Al-Qur'an, penuh ampunan, dan ada satu malam yang nilainya mengalahkan seribu bulan: Lailatul Qadr.

Makanya, wajar kalau sekarang banyak yang mulai bertanya-tanya, "Ramadan tahun ini kapan, sih?" Pertanyaan itu muncul bukan cuma untuk persiapan belanja atau ngatur menu sahur. Ini soal persiapan batin juga. Menyiapkan hati, merencanakan quality time dengan keluarga, dan tentu saja, mengasah niat agar ibadah nanti bisa lebih khusyuk.

Nah, Kapan Sih Mulainya?

Kalau lihat perkiraan kalender, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Tapi jangan buru-buru pasang jadwal. Penetapan resminya tetap harus nunggu sidang isbat pemerintah lewat Kemenag, yang rencananya digelar tanggal 17 Februari nanti.

Di sisi lain, Muhammadiyah sudah punya keputusan sendiri. Organisasi itu menetapkan awal puasa lebih cepat sehari, yaitu Rabu, 18 Februari 2026. Mereka pakai patokan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Lalu, BRIN lewat perhitungan astronominya juga ikut meramal. Hasilnya? Mereka sependapat dengan prediksi kalender tadi: kemungkinan besar Ramadan dimulai 19 Februari. Tapi, kata peneliti BRIN Thomas Djamaluddin, potensi perbedaan tetap ada. Penyebabnya klasik: beda paham soal metode.

Thomas bilang ini Selasa lalu. Dia memprediksi pemerintah dan mayoritas ormas Islam bakal memilih tanggal 19. Alasannya, posisi hilal di Asia Tenggara pada 17 Februari sore nanti diperkirakan masih terlalu tipis, belum memenuhi syarat visibilitas yang disepakati.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar