Tak terasa, umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut Ramadan. Bulan suci yang dinanti-nanti ini memang momen istimewa. Bukan cuma soal menjalankan kewajiban puasa sebagai rukun Islam, tapi lebih dari itu. Ramadan adalah waktu turunnya Al-Qur'an, penuh ampunan, dan ada satu malam yang nilainya mengalahkan seribu bulan: Lailatul Qadr.
Makanya, wajar kalau sekarang banyak yang mulai bertanya-tanya, "Ramadan tahun ini kapan, sih?" Pertanyaan itu muncul bukan cuma untuk persiapan belanja atau ngatur menu sahur. Ini soal persiapan batin juga. Menyiapkan hati, merencanakan quality time dengan keluarga, dan tentu saja, mengasah niat agar ibadah nanti bisa lebih khusyuk.
Nah, Kapan Sih Mulainya?
Kalau lihat perkiraan kalender, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Tapi jangan buru-buru pasang jadwal. Penetapan resminya tetap harus nunggu sidang isbat pemerintah lewat Kemenag, yang rencananya digelar tanggal 17 Februari nanti.
Di sisi lain, Muhammadiyah sudah punya keputusan sendiri. Organisasi itu menetapkan awal puasa lebih cepat sehari, yaitu Rabu, 18 Februari 2026. Mereka pakai patokan Kalender Hijriah Global Tunggal.
Lalu, BRIN lewat perhitungan astronominya juga ikut meramal. Hasilnya? Mereka sependapat dengan prediksi kalender tadi: kemungkinan besar Ramadan dimulai 19 Februari. Tapi, kata peneliti BRIN Thomas Djamaluddin, potensi perbedaan tetap ada. Penyebabnya klasik: beda paham soal metode.
"Ada potensi perbedaan penentuan awal Ramadan. Sumber perbedaannya terletak pada penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global,"
Thomas bilang ini Selasa lalu. Dia memprediksi pemerintah dan mayoritas ormas Islam bakal memilih tanggal 19. Alasannya, posisi hilal di Asia Tenggara pada 17 Februari sore nanti diperkirakan masih terlalu tipis, belum memenuhi syarat visibilitas yang disepakati.
Jadi, semua mata akan tertuju ke sidang isbat Kemenag di Jakarta, tanggal 17 Februari mendatang. Di situlah kepastiannya akan diumumkan.
Jadi, Tinggal Berapa Hari Lagi?
Dihitung dari hari ini, Senin 16 Februari, jawabannya:
- Kalau ikut Muhammadiyah: tinggal sekitar 2 hari.
- Kalau ikut perkiraan pemerintah: sekitar 3 hari lagi.
Singkatnya, Ramadan sudah di depan mata. Sisa waktu yang ada ini bisa banget kita gunakan untuk perlahan-lahan menyetel niat, mulai perbanyak ibadah sunah, dan menyiapkan mental. Biar nanti saat bulan penuh berkah itu tiba, kita sudah benar-benar siap menyambutnya, bukan cuma fisik, tapi terutama hati.
Meski berbagai prediksi sudah beredar, pesannya tetap satu: tunggu pengumuman resmi. Itulah yang akan menyatukan langkah kita memulai ibadah di bulan yang mulia ini.
Artikel Terkait
Polres Bogor Intensifkan Patroli dan Amankan Kendaraan Bermasalah Jelang Ramadan 2026
Ketua Gekrafs Dorong Kampus Jadi Laboratorium Kewirausahaan bagi Ekraf
Polisi Bongkar Gudang Motor Curian yang Disamarkan sebagai Lapak Besi Tua di Cileungsi
Bali Ocean Days 2026 Soroti Keterkaitan Transisi Energi dan Kelestarian Laut Indonesia