Ketua Gekrafs Dorong Kampus Jadi Laboratorium Kewirausahaan bagi Ekraf

- Senin, 16 Februari 2026 | 13:15 WIB
Ketua Gekrafs Dorong Kampus Jadi Laboratorium Kewirausahaan bagi Ekraf

MURIANETWORK.COM - Perguruan tinggi dinilai memiliki peran krusial sebagai fondasi pemikiran dan penentu arah bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar dapat berkembang secara terstruktur dan bernilai tambah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian, dalam sebuah diskusi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah, Senin siang.

Kampus Sebagai Landasan Berpikir dan Aksi

Usai mengikuti diskusi bertema “Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern” yang digelar Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan UMP, Kawendra menekankan bahwa kampus merupakan bekal dasar bagi para pejuang di sektor ini. Menurutnya, lingkungan akademik memberikan kerangka berpikir yang membuat langkah para pelaku ekraf lebih terarah dan tidak sporadis.

“Kampus ini jadi landasan berpikir, jadi bekal para pejuang ekraf supaya apa yang dilakukan ada value-nya, tidak sporadis, tapi terarah dan tersusun berkat pemahaman yang diberikan kampus,” ujar Kawendra, yang juga merupakan anggota Komisi VI DPR RI.

Ia pun mengapresiasi inisiatif UMP yang membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk beraktivitas di lingkungan kampus. Kawendra berpendapat, peran perguruan tinggi harus melampaui fungsi pendidikan formal.

“Kampus jangan sekadar pusat pendidikan, tapi juga menjadi laboratorium kebermanfaatan. Ke depan kita harus dorong pertumbuhan berusaha sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Integrasi Dunia Akademik dan Penciptaan Lapangan Kerja

Lebih jauh, Kawendra mendorong agar proses akademik mahasiswa dapat diintegrasikan secara langsung dengan penciptaan usaha. Salah satu gagasan konkretnya adalah menjadikan tugas akhir atau skripsi sebagai proyek kewirausahaan yang nyata.

“Kampus punya otoritas terhadap proses kelulusan. Bisa di-challenge, skripsi sambil membuka lapangan kerja, itu jadi KPI lulusan, sehingga konkret,” tegasnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar