Gelombang jual bahkan merambat ke sektor-sektor lain. Tak cuma perangkat lunak dan transportasi, sektor jasa keuangan, media, hingga real estat ikut merasakan dampaknya.
Di penutupan Jumat, S&P 500 nyaris tak bergerak, bertahan di 6.836,17 poin. NASDAQ Composite malah turun 0,2%. Dow Jones sedikit lebih baik, naik 0,1% ke 49.500,93 poin. Untuk catatan pekan lalu, S&P kehilangan sekitar 1,5%, Nasdaq anjlok 2,1%, sementara Dow berakhir datar.
Mata Tertuju pada Data dan Risalah Fed
Nah, pekan ini semua mata akan tertuju pada serangkaian data kunci. Puncaknya adalah risalah pertemuan Federal Reserve bulan Januari yang akan dirilis. Dokumen itu diharapkan bisa memberikan secercah kejelasan tentang rencana suku bunga bank sentral AS.
Jadwalnya cukup padat. Rabu nanti, data produksi industri untuk Januari akan keluar. Menyusul kemudian di hari yang sama, risalah Fed akan dipublikasikan.
Tak cuma itu. Data perdagangan Januari dan yang paling ditunggu: indeks harga PCE untuk Desember, juga akan dirilis pekan ini. Indeks PCE ini adalah tolok ukur favorit Fed untuk mengukur inflasi, jadi pergerakannya pasti akan mempengaruhi spekulasi suku bunga jangka panjang.
Selain itu, data indeks manajer pembelian (PMI) untuk Februari juga akan menyusul dalam beberapa hari ke depan. Intinya, pekan ini pasar akan disuguhi banyak bahan untuk dikunyah. Tinggal tunggu, apakah hasilnya bisa meredakan ketegangan atau justru menambah keresahan.
Artikel Terkait
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik
Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di 80-an Daerah