Pantau – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang pada akhir November 2025 lalu, ternyata meninggalkan luka yang tak kasat mata. Terutama bagi anak-anak. Menyikapi hal itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagan Raya turun tangan. Mereka menggelar kegiatan trauma healing yang diikuti oleh 309 siswa SD dan SMP yang terdampak.
Memang, bencana tak hanya merusak rumah dan harta benda. Dampaknya merambah ke kondisi psikis, dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan. Mereka butuh pendampingan khusus agar trauma tak berkepanjangan. Nah, program dari TP-PKK ini hadir sebagai bentuk dukungan moral dan psikososial untuk mengatasi persoalan itu.
Ketua TP-PKK Nagan Raya, Cut Inda, menegaskan komitmen mereka.
“Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian kami. Ini adalah komitmen pemerintah daerah, melalui PKK, untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak korban bencana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tanpa pendampingan yang tepat, anak-anak bisa larut dalam ketakutan. Itu yang coba dihindari.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen