PKK Nagan Raya Gelar Trauma Healing untuk 309 Siswa Korban Banjir Bandang

- Senin, 16 Februari 2026 | 04:00 WIB
PKK Nagan Raya Gelar Trauma Healing untuk 309 Siswa Korban Banjir Bandang

Pantau – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang pada akhir November 2025 lalu, ternyata meninggalkan luka yang tak kasat mata. Terutama bagi anak-anak. Menyikapi hal itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagan Raya turun tangan. Mereka menggelar kegiatan trauma healing yang diikuti oleh 309 siswa SD dan SMP yang terdampak.

Memang, bencana tak hanya merusak rumah dan harta benda. Dampaknya merambah ke kondisi psikis, dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan. Mereka butuh pendampingan khusus agar trauma tak berkepanjangan. Nah, program dari TP-PKK ini hadir sebagai bentuk dukungan moral dan psikososial untuk mengatasi persoalan itu.

Ketua TP-PKK Nagan Raya, Cut Inda, menegaskan komitmen mereka.

“Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian kami. Ini adalah komitmen pemerintah daerah, melalui PKK, untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak korban bencana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tanpa pendampingan yang tepat, anak-anak bisa larut dalam ketakutan. Itu yang coba dihindari.

Lalu, seperti apa kegiatannya? Tidak kaku sama sekali. Malah seru. Dikemas lewat permainan edukatif dan interaktif, tujuannya satu: mengembalikan keceriaan mereka. Ada juga sesi bercerita inspiratif bersama Bunda Literasi, yang diharapkan bisa memantik kembali semangat belajar.

Tak cuma dukungan psikis, bantuan fisik juga diberikan. Para siswa mendapat perlengkapan sekolah baru. Buku, alat tulis, sampai sepatu dibagikan oleh TP-PKK bersama instansi terkait. Bahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat ikut menyumbangkan buku cerita anak. Harapannya, minat baca tumbuh lagi dan imajinasi positif mereka terasah.

Pesertanya berasal dari tiga sekolah: 120 anak dari SD Negeri 1 Beutong Ateuh, 85 dari SD Negeri 2 Beutong Ateuh, dan 104 siswa SMP Negeri Beutong Ateuh. Agar suasana makin cair, acara juga diselingi pembagian makanan ringan untuk semua peserta.

Pada akhirnya, kegiatan ini adalah bukti nyata. Pemerintah daerah, lewat langkah konkret, berupaya membantu pemulihan psikologis anak-anak korban banjir bandang di Nagan Raya. Sebuah langkah awal yang penting untuk menyembuhkan luka di hati mereka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar