MURIANETWORK.COM - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, secara resmi telah ditutup setelah berlangsung selama 22 hari. Keputusan penutupan diambil setelah tim gabungan berhasil mengevakuasi 101 kantong jenazah, dengan 83 di antaranya telah teridentifikasi. Sayangnya, sebanyak 20 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Bencana yang melanda dua kampung di kaki Gunung Burangrang pada akhir Januari lalu itu telah mengubah lanskap permukiman warga secara tragis.
Penutupan Operasi dengan Mediasi Keluarga
Prosesi penutupan operasi SAR dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban. Ade Dian Permana, selaku Kepala Kantor SAR Bandung dan Koordinator Misi SAR, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi dengan keluarga yang anggota keluarganya belum ditemukan. Mediasi ini melibatkan pemerintah desa dan komandan insiden di lapangan.
"Basarnas dibantu Pemda Bandung Barat menyampaikan fakta ini kepada keluarga korban. Semoga keluarga korban bisa menerima ikhlas anggota keluarga yang belum ditemukan," tutur Ade Dian.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta permohonan maaf atas segala kekurangan selama operasi berlangsung. Ade Dian menegaskan komitmen tim di lapangan.
"Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun, kami memastikan setiap upaya telah dilakukan secara maksimal," tegasnya.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen