"Ini merupakan salah satu langkah konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi desa dan sekaligus mengajak masyarakat desa lebih melek tentang perbankan dan memberikan akses pembiayaan yang aman," tegas Winardi Legowo.
Selaras dengan Kebijakan Nasional
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, FX Nugroho Setijo Nagoro, melihat kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, penguatan ekonomi desa memerlukan ekosistem pendukung yang komprehensif.
"Ekonomi desa itu butuh ekosistem yang kuat. Kehadiran Bank Jatim di sini untuk memperkuat itu, mulai dari literasi, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas distribusi barang dan jasa," tambah FX Nugroho.
Pemilihan Bank Jatim sebagai mitra utama didasari pada kedekatan psikologis dan pemahaman mendalam bank terhadap karakteristik masyarakat desa di Jawa Timur. Sebagai bank daerah, kontribusinya dinilai lebih kontekstual dan tepat sasaran.
Dia berharap Bank Jatim dapat aktif memberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan akses pembiayaan, sehingga potensi ekonomi lokal dapat tergali secara optimal.
"Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi bagian dari strategi mempertemukan kebijakan, pendampingan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem pembangunan desa," ungkapnya.
Artikel Terkait
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel