Fekraf Banten Soroti Minimnya Fasilitas Penunjang ke DPRD

- Jumat, 13 Februari 2026 | 19:50 WIB
Fekraf Banten Soroti Minimnya Fasilitas Penunjang ke DPRD

katanya usai acara pelantikan. Pernyataan itu sekaligus jadi sinyal bahwa masukan dari komunitas bisa saja diterjemahkan ke dalam program dan anggaran daerah.

Dari sisi eksekutif, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eli Susiyanti punya pandangan senada. Baginya, urusan mengembangkan ekonomi kreatif bukanlah pekerjaan satu pihak. Harus ada kolaborasi total. "Kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus berkolaborasi dan bersinergi seluruh elemen," kata Eli, menyebut peran pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga akademisi.

Ia juga membeberkan fakta menarik. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada, baru tiga yang benar-benar menonjol di Banten: kuliner, fashion, dan kriya. Artinya, masih ada 14 subsektor lain yang potensinya belum tergarap maksimal. "Masih banyak peluang untuk mendongkrak perekonomian Banten," ungkapnya.

"Walaupun ada kendala, kalau dikerjakan bersama kita optimistis bisa naik,"

tambah Eli. Optimisme itu, tentu saja, bergantung pada satu hal: seberapa serius semua pihak mendengar dan mewujudkan keluhan tentang fasilitas yang selama ini menjadi ganjalan.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar