Asap sudah sirna, tapi persoalan masih mengendap. Pasca kebakaran hebat di gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq kini menuntut perusahaan itu bertanggung jawab penuh. Tuntutannya jelas: mereka harus mengatasi pencemaran di Sungai Cisadane yang diduga kuat tercemar limbah pestisida dari lokasi kejadian.
Menanggapi tekanan itu, manajemen perusahaan tak tinggal diam. Luki, sang Manager Operasional, mengaku pihaknya sudah bergerak cepat. “Kami sudah berkoordinasi penuh dengan Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan untuk pemulihan,” ujarnya. Upaya penetralan, menurutnya, sudah dimulai dari dua front.
“Untuk udara, kami pakai produk bantuan dari Kementerian Pertanian. Sementara di sungai, kami sediakan absorben khusus pestisida,” jelas Luki.
Tak cuma sampai di situ. Ada upaya lain yang lebih terlihat, meski sifatnya lebih simbolis. Hari itu juga, ribuan benih ikan ditebar ke aliran Cisadane yang terdampak. “Kami tebar sekitar 5.000 ikan. Jenisnya macam-macam, ada Lele, Gurame, dan Nila,” tambahnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari pengembalian ekosistem biota sungai.
Artikel Terkait
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT