Jakarta, Kamis lalu suara Jaksa Agung ST Burhanuddin terdengar tegas. Di hadapan awak media, ia menginstruksikan jajarannya untuk segera mendata ulang semua barang sitaan dari kasus korupsi. Tujuannya jelas: memaksimalkan pengembalian kerugian negara. Namun, perintah itu justru mengungkap fakta yang cukup memalukan. Rupanya, ada oknum jaksa yang ternyata memakai barang sitaan itu untuk kepentingan pribadi.
"Banyak aset kita yang masih tercecer," ujar Burhanuddin.
Ia melanjutkan dengan nada kesal, "Bahkan ada yang seharusnya kita miliki, tapi masih di tangan jaksa."
Burhanuddin enggan menyebut nama. Tapi ia mengakui, para penuntut umum itu menguasai barang bukti tanpa izin. Padahal, aset-aset tersebut seharusnya bisa dijual untuk menutup kerugian negara. "Banyak aset dimiliki jaksa, ditempati oleh jaksa, diam-diam," keluhnya. "Semoga lupa bahwa ada aset ditangannya."
Artikel Terkait
Otorita IKN Fokuskan Pembangunan Gedung Legislatif-Yudikatif hingga 2029
Kevin Diks Puji Persiapan Detail dan Pendekatan Personal Pelatih Baru Timnas John Herdman
Pemenang Lelang HP KPK Rp 60 Miliar Wanprestasi, Uang Jaminan Hangus ke Kas Negara
Pemerintah Rencanakan Tambah Lapisan Cukai Rokok, Pengamat Khawatirkan Efektivitas