Kaesang Pangarep akhirnya tiba. Ketua Umum PSI itu datang ke Makassar untuk membuka Rakernas 2026 partainya, dan langsung disambut hangat oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Acara yang dihadiri ribuan peserta ini pun segera dimulai.
Dari pantauan di lokasi, Kamis siang (29/1/2026), Kaesang terlihat keluar dari ruang transit VIP Hotel Claro sekitar pukul 13.34 Wita. Dia tampak santai namun fokus, mengenakan kemeja hitam lengan panjang dengan logo PSI yang mencolok. Langkahnya diiringi oleh sejumlah tokoh kunci: Gubernur Andi Sudirman, Sekjen Raja Juli Antoni, dan Ketua Harian Ahmad Ali. Rombongan itu bergerak cepat menuju ruang acara utama.
Tak hanya itu, suasana makin ramai dengan kehadiran Ketua DPW PSI Sulsel, Muammar Gandhi Rusdi, dan Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin. Mereka semua ikut mengantar sang ketua umum.
Namun begitu, momen yang paling menarik justru terjadi tepat di depan pintu masuk. Sebelum memasuki arena, rombongan Kaesang dihentikan oleh sebuah sambutan yang penuh makna.
Seorang pria berdiri tegak dengan pakaian adat Bugis-Makassar yang lengkap, badik terselip di pinggang. Dengan suara lantang dan gerakan penuh keyakinan, dia membacakan ikrar. Ini adalah Angngaru, ritual budaya yang sakral.
Angngaru bukan sekadar tarian atau nyanyian biasa. Ini adalah sumpah kesetiaan, sebuah janji yang dilantangkan untuk menyambut tamu kehormatan. Ritual ini melambangkan penghormatan tertinggi dan keberanian masyarakat setempat. Intinya, mereka siap menjaga dan melindungi sang tamu yang datang.
Selesai prosesi yang khidmat itu, barulah Kaesang dan rombongan diizinkan masuk. Mereka langsung menuju kursi yang telah disiapkan di barisan paling depan. Suasana di dalam ruangan sudah sangat hiruk-pikuk.
Wakil Gubernur Fatmawati serta seluruh pengurus DPW PSI Sulsel tampak telah duduk rapi. Kursi-kursi untuk para anggota legislatif dan kader PSI dari seluruh Indonesia juga hampir semuanya terisi. Rakernas sebentar lagi dimulai, dan semua mata tertuju ke panggung utama.
Artikel Terkait
Kemendagri Targetkan Penegasan Batas 5.000 Desa Hingga 2029, Baru 14,49 Persen Tuntas
Polisi Tetapkan Dua Pengasuh Baru sebagai Tersangka Kekerasan Balita di Daycare Banda Aceh
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO