JAKARTA Suasana malam di Tambora, Jakarta Barat, berubah jadi mencekam Jumat dini hari lalu. Sebuah mobil Mazda CX 5 yang melaju kencang menabrak sekelompok pelajar yang sedang berkendara motor. Dua dari mereka tewas, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka. Kejadian nahas itu terjadi persis di Jalan Tanah Sereal IV, sekitar pukul setengah tiga pagi.
Menurut AKP Joko Siswanto dari Satlantas Jakarta Barat, kronologinya dimulai saat minibus itu melintas dari arah selatan. Dengan kecepatan tinggi, kendaraan itu menghantam motor yang dikendarai RNJ, yang saat itu membonceng dua orang lainnya, V dan A. Benturannya begitu keras.
Akibatnya, motor itu oleng tak terkendali dan menabrak lagi sebuah motor Honda PCX yang dikemudikan S. Tapi itu belum berakhir. Mobil yang sama, sepertinya sudah panik, malah menyerempet seorang pejalan kaki bernama MD yang kebetulan ada di situ.
Korban jiwa pun berjatuhan.
"Korban atas nama V meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Tarakan, atas nama S meninggal dunia di TKP. Jenazahnya sudah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang," jelas Joko.
Sedangkan RNJ, A, dan MD selamat tapi harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka di kepala, tangan, dan kaki. Mereka masih menjalani perawatan intensif.
Namun begitu, cerita tak berhenti di situ. Alih-alih berhenti dan menanggung konsekuensinya, pengemudi berinisial JC itu malah memilih kabur. Dia gas pol mobilnya, menerobos jalanan sepi menuju arah Mangga Dua di Pademangan, Jakarta Utara.
Warga yang menyaksikan langsung kejadian itu tentu saja geram. Beberapa orang negejar si sopir, yang makin kalap dan nekat melaju di jalur berlawanan arah. Pengejaran yang berbahaya ini akhirnya berakhir dengan cara yang dramatis.
Di wilayah Mangga Dua, mobil Mazda CX 5 itu terserempet kereta api. Hancur. AKBP Ojo Ruslani dari Polda Metro Jaya mengonfirmasi kejadian terpisah ini.
"Sampai pada akhirnya pengemudi kendaraan tersebut melawan arus dan terserempet kereta api. Akibatnya, kendaraan roda empat Mazda mengalami kerusakan parah," kata Ojo.
Nasib sang pengemudi, JC, hingga berita ini diturunkan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Satu malam, dua insiden beruntun, dan dua nyawa melayang sia-sia. Sungguh tragedi yang memilukan.
Artikel Terkait
Harga Pupuk Global Melonjak 86% Didorong Krisis Logistik dan Gas Alam
AS Siap Naikkan Tarif Impor untuk Indonesia dan Asia Awal Juli
MTI Dorong Transformasi Angkutan Umum sebagai Solusi Krisis Energi
Australia Minat Impor Pupuk Urea dari Indonesia, Pemerintah Utamakan Kebutuhan Petani Lokal