Besok pagi, suasana di saluran penghubung Setu Babakan, Jagakarsa, bakal ramai dengan aktivitas yang tak biasa. Pemerintah Jakarta Selatan akan menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara besar-besaran. Aksi ini merupakan bagian dari instruksi serentak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dilaksanakan di seluruh lima kota administrasi.
Menurut Arief Prakoso, Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jaksel, operasi akan dimulai pukul 8.00 WIB. "Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB akan dilakukan pemusnahan dan penguburan ikan sapu-sapu hasil tangkapan," jelasnya saat dihubungi Kamis lalu.
Ikan hasil tangkapan nantinya tak akan dimanfaatkan, melainkan langsung dimusnahkan dengan cara dikubur. Alasannya kuat dan mengkhawatirkan.
Gubernur Pramono Anung sendiri telah membeberkan bahaya di balik ikan berpenampilan 'sederhana' ini. Dari hasil uji laboratorium, kandungan zat beracun seperti timbal pada ikan sapu-sapu ternyata melampaui ambang batas aman untuk dikonsumsi.
"Kadar batasnya itu 0,3 miligram. Ikan ini melebihi itu sehingga berbahaya," tegas Pramono di Balai Kota, Rabu (15/4).
Namun begitu, ancamannya tidak cuma sampai di situ. Ikan sapu-sapu juga disebut sebagai perusak lingkungan yang handal. Spesies invasif asal Amerika Selatan ini gemar membuat lubang di tanggul dan tebing sungai, yang lambat laun bisa merusak infrastruktur. Belum lagi kebiasaannya yang rakus ikan lokal bahkan telur-telurnya pun dilahap.
"Di negara asalnya pun sudah jadi persoalan. Ikan ini bisa hidup di segala kondisi, termasuk air yang sangat tidak sehat," ucapnya.
Operasi besok tak cuma mengandalkan satu instansi. Arief menyebutkan, akan ada keroyokan dari berbagai pihak. Mulai dari Sudin KPKP Jaksel, PPISHP DKI, Sudin SDA, hingga petugas UPK Badan Air dan PPSU kelurahan setempat. Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan juga turut serta.
Jadi, kegiatan ini lebih dari sekadar memburu ikan. Pramono menegaskan, momentum ini juga akan dimanfaatkan untuk mengangkut sedimen dan memperbaiki saluran air secara bersamaan. Upaya komprehensif ini diharapkan bisa menekan populasi si perusak dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan Jakarta yang sudah terancam.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Telkomsel Percepat Pembangunan BTS Usai Video Siswa Ujian di Bawah Tenda Viral
Puan Maharani Desak Evaluasi Kampus Usai Dugaan Pelecehan Seksual di UI
Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Nikel
Lemhannas Gelar Retret 500 Pimpinan DPRD, Tekankan Kolaborasi dan Peran Strategis