Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengenang almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai prajurit sejati yang tidak pernah mengenal kata menyerah dalam mengembangkan organisasi militer. Dudung menyampaikan penghormatan terakhirnya dengan datang melayat ke rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1B, Cikeas, Bogor, pada Minggu (31/5/2026) malam.
"Beliau prajurit sejati, prajurit tulen yang betul-betul prajurit profesional, prajurit pejuang. Beliau tidak kenal menyerah bagaimana mengembangkan organisasi, banyak hal yang beliau kembangkan," ujarnya di rumah duka.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung yang juga pernah bertugas sebagai Komandan Batalyon saat Ryamizard menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, menuturkan berbagai pengalaman berharga selama bertugas bersama. Menurutnya, almarhum memberikan arahan penting ketika mereka melaksanakan operasi darurat militer di Aceh.
"Beliaulah yang mengarahkan, memimpin pada saat kita melaksanakan operasi darurat militer di Aceh. Beliau juga yang menerapkan tentang bagaimana TNI harus kembali ke barak," tuturnya.
Dudung mengungkapkan bahwa Ryamizard selalu menekankan pendekatan manusiawi dalam setiap tugas. Almarhum mengingatkan bahwa masyarakat Aceh bukanlah musuh, sehingga pendekatan yang digunakan harus mengedepankan kemanusiaan.
"Terutama menyampaikan di Aceh itu bukan musuh kita. Sehingga pendekatannya pendekatan manusiawi, jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang," paparnya.
Di sisi lain, Dudung juga menyoroti pesan sederhana namun mendalam yang kerap disampaikan Ryamizard kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Darat. Almarhum selalu menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan rakyat sebagai inti dari pembinaan teritorial.
"Yang terkenal di jajaran TNI Angkatan Darat, tidak usah berbicara tentang pembinaan teritorial yang muluk-muluk, hanya satu saja kalimatnya adalah 'baik-baik dengan rakyat'. Itu beliau sering sampaikan," bebernya.
Dudung mengaku sangat kehilangan atas kepergian Ryamizard yang telah berjasa besar bagi bangsa dan negara, termasuk bagi dirinya secara pribadi. Selama almarhum sakit, ia mengaku sering menjenguk ke rumah sakit karena memiliki kedekatan khusus dengan mantan Menteri Pertahanan tersebut.
"Beliau mengembangkan bagaimana prajurit itu profesional di dalam bidangnya. Sehingga saya merasa kehilangan beliau, dan semasa sakitnya saya sering datang ke sini, ke rumah sakit, karena memang sangat dekat dengan beliau," jelas Dudung.
Menurut keterangan Dudung, Ryamizard meninggal dunia akibat komplikasi penyakit, termasuk stroke. Ia pun turut mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT.
"Oh, sakitnya beliau komplikasi sih. Stroke, dan sebagainya. Kita doakan, beliau orang sangat baik. Sangat baik. Mudah-mudahan saya yakinlah, insya Allah kita doakan beliau akan diterima di sisi Allah SWT," ujarnya.
Sementara itu, rencana pemakaman Ryamizard akan dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 1 Juni 2026. Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Kementerian Pertahanan RI dan dilepas oleh Wakil Menteri Pertahanan.
Dudung menambahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto kemungkinan besar akan menghadiri prosesi pemakaman tersebut. Hal ini mengingat keduanya merupakan satu angkatan dan memiliki hubungan dekat.
"Saya belum monitor, cuma saya dapat informasi besok akan disemayamkan di Kemhan, pelepasan oleh Wamen, irupnya Menhan kalau nggak salah. Informasi terkini, insya Allah mungkin Bapak Presiden akan hadir. Masih satu angkatan dengan beliau. Insya Allah, mudah-mudahan," katanya.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal, Dikenang atas Dukungannya pada Penggantian KRI Dewaruci
Marco Bezzecchi Kunci Kemenangan Keempat Musim Ini di MotoGP Italia
Presiden Prabowo Akan Hadiri Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, TNI AD Berduka