Minat Investor Asing Tetap Terjaga
Meski tanpa IPO BUMN, daya tarik pasar saham Indonesia bagi investor asing tidak serta-merta memudar. Menurut analisis Hari, aliran dana asing mayoritas justru berasal dari investor institusional yang berfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental dan visibilitas pendapatan yang sudah jelas.
“Investor asing cenderung masuk pada emiten yang sudah listing dan memiliki visibility earnings yang baik, bukan semata-mata pada IPO baru,” ungkapnya.
Faktor penentu utama bagi investor global, lanjut Hari, adalah stabilitas makroekonomi dan kualitas tata kelola perusahaan. Mereka cenderung bersikap selektif dan defensif, dengan memperhatikan indikator seperti inflasi, suku bunga, dan nilai tukar.
Menyiapkan Fondasi untuk IPO 2027
Penundaan ini pada dasarnya merupakan strategi jangka panjang. Agar rencana IPO pada 2027 nanti dapat sukses menarik minat investor, Danantara perlu membuktikan hasil dari proses restrukturisasi yang sedang berjalan. Indikator fundamental seperti profitabilitas, efisiensi operasional, dan disiplin dalam alokasi modal menjadi kunci.
Hari Rachmansya menilai bahwa investor institusi tidak hanya membeli narasi transformasi, tetapi lebih pada kualitas pendapatan dan tata kelola yang solid. Jika proses konsolidasi berhasil menciptakan entitas dengan kinerja keuangan yang kuat, justru dapat menghasilkan valuasi yang lebih optimal saat IPO nanti.
“Potensi valuasi saat IPO justru bisa lebih optimal dibanding memaksakan listing di tengah fase konsolidasi,” pungkasnya.
Dengan demikian, langkah Danantara mencerminkan prioritas untuk membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan terlebih dahulu, sebelum akhirnya membuka kepemilikan kepada publik. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang yang lebih baik bagi perusahaan dan calon investor di masa depan.
Artikel Terkait
Otorita IKN Fokuskan Pembangunan Gedung Legislatif-Yudikatif hingga 2029
Kevin Diks Puji Persiapan Detail dan Pendekatan Personal Pelatih Baru Timnas John Herdman
Pemenang Lelang HP KPK Rp 60 Miliar Wanprestasi, Uang Jaminan Hangus ke Kas Negara
Pemerintah Rencanakan Tambah Lapisan Cukai Rokok, Pengamat Khawatirkan Efektivitas