Polres Bogor Panen 10 Ton Jagung, Targetkan 500 Ton untuk Bulog

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:50 WIB
Polres Bogor Panen 10 Ton Jagung, Targetkan 500 Ton untuk Bulog
Panen Jagung Polres Bogor Capai 10 Ton

Polisi Panen Jagung 10 Ton di Bogor, Targetkan 500 Ton untuk Bulog

Siang itu, di tengah terik matahari, suasana di lahan Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, justru ramai. Aparat kepolisian terlihat sibuk memanen jagung. Bukan sekadar kegiatan simbolis, hasilnya cukup mencengangkan: 10 ton jagung berhasil dikumpulkan dari lahan seluas 1,7 hektare.

Wakapolres Bogor, Kompol Rizka Fadilah, yang hadir langsung di lokasi, membenarkan angka tersebut. Panen dilakukan di dua titik pada Sabtu (28/3/2026) kemarin.

"Estimasi hasilnya memang mencapai 10 ton. Ini baru kuartal pertama di tahun 2026," ujarnya.

Kegiatan itu tak hanya melibatkan polisi. Tampak juga aparat gabungan dan perwakilan pemerintah setempat turun langsung. Rupanya, ini baru bagian kecil dari program yang jauh lebih besar.

Menurut Rizka, Polres Bogor telah menanam jagung di area yang jauh lebih luas sejak awal tahun.

"Di kuartal pertama ini, kami sudah menanam kurang lebih 209 hektare jagung," jelasnya.

Dari luas tanam sebesar itu, pihaknya punya target yang ambisius. Mereka berharap bisa memanen hingga 500 ton jagung nantinya. Lalu, kemana hasil bumi segunung itu akan dialirkan?

Jawabannya: langsung ke Bulog. Rizka menegaskan bahwa distribusi ke lembaga logistik negara itu sudah menjadi skema tetap.

"Target panen 500 ton itu akan kami dorong ke Bulog. Untuk pemanfaatan selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada mereka," pungkas Wakapolres.

Di sisi lain, polisi tak bekerja sendirian. Mereka menggandeng petani lokal dalam mengelola lahan. Kolaborasi ini diharapkan tak hanya menghasilkan panen, tapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Jadi, selain menjaga keamanan, polisi juga turut mengurusi urusan pangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar