Di tengah upaya penanganan dampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, melontarkan sebuah usulan baru. Ia menginginkan adanya skema bantuan sosial yang lebih responsif untuk korban bencana alam.
Gagasan ini, menurutnya, dirancang khusus untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. "Kami juga akan mengusulkan adanya bansos adaptif dalam rangka pemulihan ekonomi korban bencana alam dalam bentuk BLTS (bantuan langsung tunai sementara) kebencanaan, ini adalah usulan kami Pak Presiden," ujar Gus Ipul.
Pernyataan itu disampaikannya dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12) lalu.
Menurut sejumlah saksi, bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar memang membutuhkan penanganan yang tak hanya cepat, tapi juga berkelanjutan. Nah, usulan BLTS kebencanaan ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan itu.
"Dalam rangka penyaluran BLTS ini kami bekerja sama dengan BPS dan juga dengan daerah untuk terus melakukan pemutakhiran data mudah-mudahan pada akhir minggu depan kita sudah bisa mencapai lebih dari 31 juta KPM penerima manfaat," jelasnya.
Di sisi lain, penyaluran bantuan langsung ke daerah-daerah terdampak di Sumatera terus digenjot. Gus Ipul menyebut, upaya darurat seperti penyediaan makan juga telah dilakukan secara masif.
"Kami juga membuka dapur umum ada 39 dapur umum yang memproduksi 400 ribu lebih porsi setiap harinya tentu ini jumlahnya dinamis makin hari makin berkurang," paparnya.
Tak hanya itu, bantuan beras reguler juga telah dikirim. Untuk Aceh dan Sumatera saja, jumlahnya mencapai lebih dari 100 ton.
"Total bantuan kemensos per 11 kemarin itu kita sudah mencapai Rp 89 miliar lebih," tutup Gus Ipul menandai laporannya.
Angka yang tidak kecil. Usulan skema bansos baru ini, jika disetujui, diharapkan bisa menjadi solusi jangka menengah yang efektif, membantu masyarakat bangkit kembali setelah musibah.
Artikel Terkait
PDAM Bone Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Musim Kemarau dan Alih Fungsi Lahan
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000