Yang cukup mencengangkan, jalan rusak di Matraman yang diduga menjadi pemicu kecelakaan maut ini konon sudah diperbaiki. Cepat sekali tindakannya. Tapi tentu saja, perbaikan itu sudah terlambat bagi keluarga yang kehilangan.
Nah, terkait persoalan infrastruktur jalan yang kronis ini, kami sudah berbincang dengan Joko Setiyowarno dari Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan seperti ini adalah ancaman serius yang tidak bisa dianggap remeh. Butuh penanganan yang lebih sistematis, bukan sekadar tambal sulam, apalagi musim hujan begini.
Kejadian di Matraman ini harus jadi peringatan keras. Satu nyawa melayang sia-sia. Korbannya masih sangat muda. Kapan kita akan belajar?
Artikel Terkait
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Seri Penutup Juga Bergeser
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026