Langit Sabtu pagi di Mashhad cerah, tapi suasana di tanah Iran tak sesunyi biasanya. Dentuman perang masih menggema, namun puluhan ribu umat Muslim tetap membanjiri kota suci itu. Mereka bertekad merayakan Idulfitri 1447 Hijriah, meski di bawah bayang-bayang eskalasi konflik yang kian mencekam. Kompleks Suci Imam Reza dipadati jemaah, sebuah pemandangan khidmat di tengah level bahaya keamanan tertinggi.
Ketegangan sebenarnya sudah memuncak sejak akhir Februari lalu. Pemicunya, operasi militer gabungan AS dan Israel yang menyasar fasilitas strategis Iran. Balasannya tidak tanggung-tanggung: serangan balik Iran menghantam aset-aset kedua negara itu di kawasan. Bahkan gemuruh ledakannya konon terdengar sampai ke seberang Teluk.
Namun begitu, semangat untuk menunaikan salat Id tampaknya tak bisa dipadamkan. Ribuan orang memadati alun-alun dan area sekitar makam suci. Mereka saling berdesakan, tapi tetap khusyuk. Seolah ingin menunjukkan, bahwa di tengah segala ancaman, ada hal-hal yang tetap harus dijalani.
Di sisi lain, cerita yang sama sekali berbeda terlihat di Yerusalem. Nuansa duka dan kekesalan justru menyelimuti hari raya di sana. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, umat Muslim dilarang melaksanakan salat Id di dalam Masjid Al-Aqsa. Larangan ketat ini diberlakukan oleh pasukan Israel, sebagai bagian dari antisipasi menyusul memanasnya konflik dengan Iran.
Menurut sejumlah saksi, situasi di lokasi sempat sangat mencekam. Di daerah Bab al-Sahrah, pasukan Israel dikabarkan menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan warga Palestina yang berusaha mendekati kompleks suci.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepanikan. Jemaah berlarian mencari tempat aman sembari menutupi wajah, sementara suara ledakan keras mengguncang area.
Akibatnya, ratusan jemaah terpaksa mengambil jalan alternatif. Mereka akhirnya melaksanakan salat Id di jalan-jalan sekitar kompleks Al-Aqsa, beralaskan aspal dan kain seadanya. Suara takbir bergema di antara barikade dan pengawasan ketat, sebuah kontras yang menyayat hati di hari yang seharusnya penuh suka cita.
Artikel Terkait
Mantan Bos Sritex Iwan Setiawan Divonis 14 Tahun Penjara atas Korupsi Kredit Perusahaan
AHY Dorong Koridor Hijau Jadi Standar Baru Infrastruktur Nasional
Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Peserta, 663 Ribu Anak Terindikasi Hipertensi
CKG Pemerintah Capai 100 Juta Peserta, Skrining Temukan 663 Ribu Anak Alami Tekanan Darah Tinggi