"Di sini sudah sering (terjadi kecelakaan), mungkin karena tambalan jalan (berlubang), jadi rawan," jelas Ardhi, mengonfirmasi kekhawatiran yang telah lama beredar di kalangan pengguna jalan.
Upaya Pertolongan dan Evakuasi
Menyadari bahaya yang mengancam, beberapa pengendara lain yang melintas segera mengambil inisiatif. Mereka bahu-membahu mengamankan lokasi dengan menyetop kendaraan dari arah berlawanan untuk mencegah korban tertabrak kembali. Situasi ini menunjukkan respons spontan masyarakat di tengah situasi darurat.
"Terus, tadi juga ada dua orang pengendara yang menyetop kendaraan lain (biar tidak nabrak). Iya, korban masih sekolah," ungkap Ardhi, menambahkan detail pilu bahwa korban adalah seorang pelajar.
Tim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta kemudian tiba dengan ambulans untuk mengevakuasi jenazah. Proses evakuasi ini sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di ruas jalan tersebut, mengganggu rutinitas pagi hari warga ibu kota. Insiden ini kembali menyoroti urgensi perawatan infrastruktur jalan yang layak untuk menjamin keselamatan publik.
Artikel Terkait
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Seri Penutup Juga Bergeser
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026