Desember 2025 mencatat satu hal: nilai pasar Jay Idzes melesat. Ini bukti nyata betapa sentral peran kapten Timnas Indonesia itu di jantung pertahanan Sassuolo. Bukan sekadar pemain biasa, dia dianggap tulang punggung.
Musim 2025-2026 adalah debut Idzes bersama Sassuolo. Fabio Grosso, sang pelatih, memboyongnya dari Venezia untuk mengokohkan barisan belakang tim yang baru promosi itu. Usianya masih 25 tahun. Dan adaptasinya? Cepat sekali.
Ia pun menemukan partner baru, Tarik Muharemovic. Duet mereka langsung klik. Kompak dan solid, jadi penghalang serius bagi penyerang lawan.
Sejauh ini, Idzes sudah turun di 16 laga Serie A. Menurut data WhoScored, bek kelahiran Mierlo, Belanda ini punya kelebihan dalam membaca permainan. Tapi, ya, ada juga catatan: dia dinilai masih lemah dalam duel udara dan akurasi umpan.
Namun begitu, penilaian media Italia justru berbeda. Tuttomercatoweb, misalnya, dengan tegas menyebut Idzes sebagai tulang punggung pertahanan Sassuolo. Klaim itu punya dasar kuat: lihat saja bagaimana nilai pasarnya meroket.
"Dia adalah tulang punggung pertahanan (Fabio) Grosso, dan nilai pasarnya juga meningkat pesat,"
Begitu bunyi laporan Tuttomercatoweb yang dirilis Sabtu lalu, 3 Januari 2026.
Media itu bahkan berani memprediksi nilai gabungan Idzes dan Muharemovic. Angkanya fantastis: sekitar 40 juta euro, atau setara Rp783 miliar. Memang, nilai rekan setimnya lebih tinggi. Tapi, ada satu poin krusial.
Pertahanan Sassuolo akan terasa tak lengkap tanpa kehadiran pemain berdarah Semarang itu. Idzes memberi warna berbeda.
"Sebagai pemain yang sangat tangguh, nilai gabungan kedua bek tengah ini sudah mencapai sekitar 40 juta Euro,"
Laporan itu ditutup dengan kalimat tersebut. Intinya jelas: Jay Idzes bukan lagi sekadar pemain baru. Dia aset berharga yang harganya terus naik, sekaligus pilar yang sulit digantikan.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Misi Mustahil Balikkan Kekalahan 0-3 dari Ratchaburi di GBLA
Sandy Walsh Ingatkan Buriram United Tak Berpuas Diri Usai Lolos ke 16 Besar AFC Champions League Elite
Tito Paparkan Progres Huntara Capai 50 Persen, Huntap Masih Perlu Percepatan
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD431,7 Miliar di Akhir 2025